Minggu, 19 Agustus 2018
Hari Minggu Biasa XX
Ams 9:1-6; Mzm 34:2-3,4-5,6-7; Ef 5:15-20; Yoh 6: 51-58
"Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia" (Yoh 6,51)
Setiap orang biasanya mempunyai makanan kesukaan atau makanan favorit. Makanan tertentu yang bagi orang lain biasa-biasa saja, tentu menjadi istimewa bagi orang yang menyukainya. Di mana pun berada dan sejauh memungkinkan, ia akan mencarinya.
Hari ini, Yesus berbicara tentang diri-Nya sebagai roti hidup. Setiap hari, roti hidup itu selalu disediakan bagi kita, yakni dalam Perayaan Ekaristi. Pertanyaannya: Apakah roti hidup itu, yakni Yesus sendiri merupakan salah satu makanan favorit dan istimewa bagi kita sehingga setiap saat kita selalu mencari dan memakan-Nya? Atau kita masih seperti orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan tidak mampu melihat bahwa Yesus adalah roti hidup? Yesus sendiri telah menekankan keistimewaannya, yakni bahwa roti itu turun dari sorga (ay. 41 dan 51) dan akan membawa ke surga siapa pun yang percaya dan memakannya, alias menganugerahkan hidup kekal (ay.51). Dalam setiap Perayaan Ekaristi, mata indrawi kita melihat roti tak berlagi, berwarna putih dan berbentuk bulat pipih. Namun, mata iman kita memastikan bahwa itu bukan roti biasa tetapi roti hidup, yakni Tubuh Kristus. Oleh karena itu, marilah kita menjadikan roti Ekaristi sebagai makanan istimewa dan favorit bagi kita. Karena istimewa, maka kita memakannya secara istimewa pula, yakni dengan sikap yang pantas dan disposisi hati yang baik. Karena favorit, maka kita selalu rindu untuk menyambut-Nya, setiap hari atau paling tidak setiap minggu.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk menjadikan Tubuh Kristus sebagai makanan istimewa dan favorit bagi kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar