Sabtu 11 Aug 2018
PW S. Klara, Perawan
Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII
Bacaan 1 : Hab 1:12-2:4
Mazmur : Mzm 9:8-9.10-11.12-13
Injil : Mat 17:14-20
"Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
"Karena kamu kurang percaya"
Mengapa kita seringkali kalah terhadap godaan dan sampai akhirnya jatuh ke dalam dosa? Mengapa kita tidak bisa mengusir setan yang menggoda kita? Jawabannya adalah karena kita kurang beriman. Memang, mengusir setan merupakan problem yang kompleks. Kita tahu, para murid sudah diberi kuasa khusus oleh Yesus untuk mengusir setan. Namun, mereka masih gagal juga. Jadi ya kalau kita gagal melawan godaan setan itu masih wajar. Kita belajar dari para murid: ketika mereka gagal, mereka membawa persoalan kepada Yesus. Yesuslah yang kemudian menyelesaikannya sampai tuntas. Maka, kalau kita gagal melawan atau mengusir godaan setan, kita jangan putus asa. Masih ada Tuhan yang senantiasa siap membantu kita. Tuhan seringkali hadir dalam diri sesama, teman, sahabat, pembimbing, dll. Mereka-mereka inilah seringkali membantu kita untuk melawan godaan, untuk mengusir setan. Oleh karena itu, hidup bersama atau berkomunitas, saling bercerita satu sama lain kemudian saling meneguhkan dan memberi masukan, adalah salah satu cara atau sarana untuk menghindarkan diri dari kejatuhan akibat godaan setan. Sebab, dalam kebersamaan yang membangun itulah iman kita juga semakin dikuatkan dan Tuhan sendiri hadir: "Di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, aku akan hadir di tengah-tengah mereka" (Mat 18,20).
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu melawan godaan dan mengisir setan yang senantiasa mengintai kami. Amin. -agawpr-
=====
What kind of faith does the Lord expect of us, especially when we meet set-backs and trials? Inevitably there are times when each of us disappoint others or disappoint ourselves when we suffer some kind of set-back or failure. In this Gospel incident the disciples of Jesus fail to heal an epileptic boy. Jesus' response seems stern; but it is really tempered with love and compassion. We see at once Jesus' dismay with the disciples' lack of faith and his concern to meet the need of this troubled boy and his father. With one word of command Jesus rebukes the evil spirit that has caused this boy's affliction and tells the spirit to "never enter him again".
Jesus tells his disciples that they can "remove mountains" if they have faith in God. The expression to "remove mountains" was a common Jewish phrase for removing difficulties. A wise teacher who could solve difficulties was called a "mountain remover". If we pray with expectant faith God will give us the means to overcome difficulties and obstacles. When you meet trials and disappointments how do you respond? With faith and trust in Jesus?
"Lord Jesus, help my unbelief! Increase my faith and trust in your saving power. Give me confidence and perseverance, especially in prayer. And help me to bring your healing love and truth to those I meet".
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar