Sujud Menyembah:
Sikap Dasar Hati Manusia
(RD Josep Susanto)
Bacaan pertama misa hari ini menceritakan penglihatan Nabi Yehezkiel yang diangkat ke surga dan ia melihat kemuliaan Allah di singgasana surgawi.
Ia melihat sebuah tahta di tempat Maha Tinggi, dia juga melihat mahluk-mahluk surgawi.
Ada yang menarik dari kisah penglihatan Nabi Yehezkiel ini, yaitu: setelah dia melihat Allah bertahta di singgasana surgawi, dia langsung SEMBAH SUJUD.
"Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud (Yeh 1:28).
Sembah sujud adalah suatu sikap fisik dan batin manusia di hadapan Allah yang Maha Besar dan kuasa.
Ketika melihat kemuliaan dan kebesaran Tuhan, mungkin kita akan kesulitan untuk berkata-kata sebab sulit sekali dilukiskan.
Biasanya lutut menjadi lemas, badan menjadi kaku, mulut terkunci. Sikap alamiah kita adalah tidak ada yang lain selain tunduk, takluk, kagum, dan langsung sujud menyembah dan memuji Dia.
Maka kalau suatu kali nanti, saat kita sudah "pulang" kembali kepadaNya, ketika kita berada di hadapan tahta Allah, JANGAN LUPA UNTUK BERSUJUD.
Tetapi kita tidak perlu menunggu nanti ketika kita di surga. Sikap tunduk, hormat, dan memuji Allah bisa kita BIASAKAN dari sekarang.
Sikap tubuh sembah sujud harus berasal dari HATI yang juga tunduk dan hormat kepada Allah.
Bagaimana sikap badan dan hati kita ketika masuk ke Gereja?
Bagaimana sikap kita ketika merayakan Ekaristi dan berdoa (berbicara dengan Tuhan)?
Bagaimana sikap kita ketika membaca Kitab Suci (mendengar suara Tuhan)
Perlulah kita latih dari sekarang, supaya nanti kita tidak kaget karena sudah terbiasa. 😊.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar