Jumat, 03 Agustus 2018

Ziarah batin
Sabtu, 04 Agustus 2018.

Bacaan I : Yer 26:11-16.24.
Mazmur : 69:15-16.30-31.33-34.
Bacaan Injil : Mat 14:1-12.

Renungan :
   Yohanes Pembaptis dibunuh karena keberaniannya menyuarakan kebenaran dan keadilan. Keberanian seperti ini pulalah yang melekat dalam diri jemaat perdana. Mereka mengikuti teladan Yesus Sang Guru yang juga menjadi korban ketidakadilan dan kesewenangan dari para penguasa lembaga agama maupun pemerintahan waktu itu. Semangat kemartiran Yohanes Pembaptis itu hendaknya juga menjadi semangat kita para pengikut Yesus zaman sekarang. Menyuarakan kebenaran dan keadilan di tengah tengah keluarga, gereja dan masyarakat.

   Semangat kemartiran kristiani semakin redup dewasa ini, demikian ungkap seorang Uskup Indonesia dalam kesempatan perjumpaan para uskup se-Asia. Karena itulah para Pemain Religius se-Indonesia bersepakat untuk menggerakkan seluruh anggotanya menjadi mistikus dan nabi di tengah Gereja dan masyarakat. Gerakan ini sangat relevan untuk melawan tindak kekerasan, penindasan dan ketidakadilan di tengah masyarakat. Artinya, hendaknya kita sebagai pengikut Yesus berani menjadi saksi saksi keberanian sejati.

Doa :
   Ya Yesus yang baik, tuntunlah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku mampu berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Semoga dengan doa doa para martir aku pun berani untuk membela dan berpihak pada orang kecil, sakit dan tertindas. Amin.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar