Apa Itu Kantong Kulit Yang Baru?
(RD Josep Susanto)
Injil di Jumat pertama, 7 September 2018 ini, kalau tidak dijelaskan bisa membingungkan. Karena benda-benda yang disinggung di dalamnya, jauh dari konteks kita sebagai orang Indonesia.
Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang kantong kulit yang baru untuk menyimpan anggur yang baru.
Di Luk 5:37 Yesus bersabda demikian:
----------
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
--------
Anggur bagi masyarakat Israel merupakan minuman yang sangat berkelas dan penuh gengsi.
Anggur adalah simbol kegembiraan, suka cita, daya hidup, kesegaran, canda, tawa, bahagia, keberhasilan, kesuksesan, bahkan berkat yang berlimpah. Makanya cocok diminum saat pesta.
Anggur yang dimaksud tentunya BUKAN anggur yang beralkohol yang bisa membuat orang mabuk (tertawa, berceloteh, meracau berlebihan).
Kemabukan adalah hal yang dilarang di Israel, sebab membuat orang menjadi bodoh dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya.
Anggur yang dimaksud Yesus adalah ANGGUR MANIS, yang sering kali juga disebut anggur yang baik.
Anggur manis dihasilkan dari perasan buah anggur yang disimpan di kantong kulit yang belum ada RAGI nya(bakteri pembusuk).
Anggur baru dalam kantong kulit baru harus disimpan beberapa bulan di tempat dingin, sampai menghasilkan anggur manis.
Orang jaman dulu mengidentikkan ragi sebagai simbol negatif dari sesuatu yang kecil, tidak kelihatan, tetapi membawa pengaruh buruk atau jahat.
Bahaya ragi di sini ditekankan BUKAN pada fungsinya tetapi pada bentuknya yang kecil, tidak keliatan, tapi bisa merubah sesuatu secara diam-diam (seperti roh jahat).
Ragi inilah yang membuat air anggur manis menjadi beralkohol.
Kantong kulit yang baru menjamin tidak adanya ragi yang menempel di dalamnya. Tidak ada bekas ragi yang tertinggal dari penggunaan sebelumnya. Kantong kulit baru juga masih elastis, masih BISA DIBENTUK.
Lalu apa kaitan penjelasan ini dengan ajaran Yesus?
Anggur manis adalah simbol warta kabar baik, warta keselamatan, ajaran Yesus sendiri.
Ajaran baik dan penuh suka cita itu akan menjadi sia-sia kalau kita masih menggunakan cara hidup dan pola pikir kita yang lama, yang sudah dicemari bermacam-macam hal buruk.
Maka di sini Yesus memberi kita petunjuk bahwa membaca Kitab Suci harus dibarengi dengan sebuah pertobatan, bahkan pertobatan setiap hari, supaya kita senantiasa punya kantong kulit yang baru.
Dengan demikian, suka cita Injil, kegembiraan, semangat baru, daya hidup yang ditawarkan Tuhan akan tetap tersimpan. Diperlukan hati yang masih bisa dibentuk, bukan hati yang KERAS MEMBATU.
Uniknya, anggur manis tidak langsung jadi begitu anggur diperas. Anggur manis pun tidak langsung jadi begitu dimasukkan ke dalam kantong kulit.
Anggur manis dalam kantong kulit baru perlu suhu yang cukup dingin, diproses dalam jangka waktu tertentu, baru bisa dinikmati. Intinya BUTUH PROSES.
Hati yang bertobat, diperbaharui senantiasa, mau dibentuk adalah wadah yang terbaik untuk pertumbunan sabda.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar