Kamis, 06 September 2018

Jumat, 7 Sept 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa XXII

Bacaan 1 : 1Kor 4:1-5
Mazmur : Mzm 37:3-6.27-28.39-40
Injil : Luk 5:33-39

"Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?" (Luk 5,34)

Antar sabahat yang baik, biasanya ada solidaritas yang tinggi, tidak hanya pada tataran lahir tetapi juga batin: sehati - seperasaan, seia - sekata, senasib - sepenanggungan. Demikian inilah kita hendaknya hidup sebagai sabahat-sabahat Yesus. St. Paulus mengajak kita "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Flp 2,5). St. Yakobus, dalam bacaan II Minggu kemarin, juga menegaskan agar kita seia-sekata dengan Yesus dan menjadikan sabda-Nya sebagai nafas hidup kita, "Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan pendengar saja" (Yak 1,22). Sebagai konsekuensi dan buahnya, kita pun mengalami senasib dan sepanggungan dengan Yesus. Konsekuensi: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Mat 16,24). Buah: "Kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru." (Rm 6,3-4). Marilah, dengan pertolongan rahmat-Nya, kita berusaha untuk menjadi sabahat-sabahat Yesus yang baik.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu hidup sebagai sahabat-sahabat yang baik bagi Yesus Kristus, Putera-Mu. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar