Kamis 13 Sep 2018
PW S. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja
Hari Biasa, Pekan Biasa XXIII
Bacaan 1 : 1Kor 8:1b-7.11-13
Mazmur : Mzm 139:1-3.13-14ab.23-24
Injil : Luk 6:27-38
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Luk 6,37)
Injil hari ini sangat khas Yesus: mengasihi, memberkati dan mendoakan musuh atau orang yang membenci kita; juga berbuat baik secara murah hati kepada siapa pun, entah orang itu berbuat baik atau jahat pada kita. Ajaran cinta kasih ini sungguh radikal sehingga mungkin ada di antara kita yang mengernyitkan dahi tanda kurang setuju karena merasa sangat sulit untuk melakukannya. Dengan mudah, kira sering menghakimi orang lain dan mengecap mereka tidak baik, jahat dan aneka macam penilaian negatif lainnya. Padahal, kita pun juga punya kelemahan dan belum tentu lebih baik dari mereka. Maka, Yesus mengingatkan kita: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi". Kita semua, entah banyak entah sedikit, entah besar entah kecil, pasti mempunyai kesalahan dan dosa, sehingga nantinya mau tidak mau kita harus dihakimi oleh Tuhan. Namun, ada satu cara agar kita tidak dihakimi tetapi diberi belaskasih oleh Tuhan, yakni: kita tidak menghakimi sesama. Hebatnya, Ia tidak hanya mengajarkan tetapi juga melaksanakan ajaran-Nya. Ia menjadi teladan bagi kita. Saat ini, merilah kita berfokus tentang menghakimi: Bapa Suci Fransiskus, dalam bulla Misericordia Vultus berkaitan dengan Tahun Suci Kerahiman menegaskan: "Tuhan meminta kita terutama tidak menghakimi dan tidak menghukum. Jika ada orang yang ingin menghindari penghakiman Allah, ia seharusnya tidak membuat dirinya hakim atas saudara atau saudarinya. ... Menghindari penghakiman dan penghukuman berarti, dalam arti positif, mengetahui bagaimana menerima kebaikan dalam setiap orang dan menghindarkan dia dari setiap penderitaan yang mungkin disebabkan oleh penilaian sepotong-sepotong dan anggapan kita tahu segalanya tentang dia. Tetapi ini masih belum cukup untuk mengungkapkan kerahiman. Yesus meminta kita juga mengampuni dan memberi. Menjadi alat kerahiman karena kitalah yang pertama kali menerima kerahiman dari Allah. Bermurah hati dengan orang lain, mengetahui bahwa Allah menghujani kebaikan-Nya atas kita dengan kemurahan hati yang besar." (MV 14).
Doa: Tuhan, bebaskanlah kami dari kecenderungan untuk menghakimi dan menghukum sesama kami, sebaliknya berilah kami hati yang pengampun dan pemurah. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar