Kamis 27 Sep 2018
PW S. Vinsensius de Paul, Imam
Hari Biasa, Pekan Biasa XXV
Bacaan 1 : Pkh 1:2-11
Mazmur : Mzm 90:3-6.12-114.17
Injil : Luk 9:7-9
"Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati" (Luk 9,7)
Orang yang telah melakukan dosa, kesalahan atau kejahatan, biasanya merasa cemas. Hatinya tidak tenang. Hal ini pun dialami Herodes yang dendam pada Yohanes Pembaptis, kemudian memenjarakan dan akhirnya membunuhnya. Pada dasarnya, kecemasan dan kegelisahan itu merupakan hal yang baik. Sebab, itu merupakan tanda bahwa hati nurani bekerja dengan baik. Ia mengingatkan dan mendorong untuk melakukan pertobatan: penyesalan, pengakuan dan silih serta pembaruan hidup. Namun, kalau diabaikan, pelan-pelan hati nurani itu akan menjadi tumpul dan orang akan merasa biasa saja kalau melakukan dosa, kesalahan atau kejahatan. Mungkin, inilah yang terjadi dalam diri Herodes. Kendati ia merasa cemas dan ingin bertemu Yesus, namun niatnya itu tidak pernah terealisasi. Maka, pertobatan pun tidak terjadi pada dirinya. Bagaimana dengan kita? Semoga kecemasan dan kegelisahan kita pasca berbuat dosa dan kesalahan sungguh kita perhatikan dan kita tidak-lanjuti dengan pertobatan.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami semakin peka untuk memperhatikan kegelisahan hati kami setelah berbuat dosa dan kesalahan serta meindaklanjutinya dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar