Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 2 September 2018
Bacaan: Amsal 3:21
"Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu."
Renungan:
Tindakan Esau menjual hak kesulungannya dengan sepiring kacang merah disebabkan karena nafsu yang tidak bisa ditahan dan tidak adanya pertimbangan yang panjang. Yang ada dalam pikirannya hanyalah memuaskan nafsu makannya saat itu. Ia menganggap bahwa sepiring kacang merah yang sangat menggoda itu lebih penting daripada sebuah hak kesulungan.
Tentunya Esau juga tahu apa itu hak kesulungan dan berkat-berkat apa saja yang akan diperolehnya melalui hak kesulungan tersebut. Buktinya setelah ia tahu bahwa ayahnya telah memberkati Yakub, meraung-raunglah ia dengan keras sambil memohon agar Ishak memberkatinya juga. Namun apa boleh buat, semua sudah terlambat. Ia terlalu terpikat dengan apa yang ada di depan matanya saat itu.
Melalui kisah kehidupan Esau kita belajar tentang satu perkara penting, yaitu membiasakan diri berpikir panjang sebelum mengambil keputusan. Seringkali kita begitu terpaku pada keadaan yang di depan mata, sehingga kita lupa untuk berpikir panjang dan menimbang-nimbang mengenai akibat dari keputusan yang kita ambil. Ada sebuah perkataan bijak, "Mujurlah orang yang tidak tergesa-gesa memutuskan, karena pertimbangan akan mencegah air mata penyesalannya." Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, beri aku hikmat dalam setiap pengambilan keputusan agar keputusan yang aku ambil boleh menjadi berkat bagi diriku, sesamaku dan berguna untuk kemuliaan namaMu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar