Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 15 September 2018
Bacaan: 1 Petrus 1:18-19 "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."
Renungan:
Suatu ketika di sebuah kantor pegadaian diadakan acara pelelangan. Dalam acara itu ditawarkan sebuah gitar tua yang kotor dan tidak menarik dipandang mata. Ketika seorang pegawai pegadaian tersebut mulai menawarkan gitar tua tersebut ada seorang pengunjung yang menawar harga 50 ribu. Kemudian pengunjung lain menawar 70 ribu. Seorang pembuat hiasan dinding berdiri dan menawar 200 ribu. Tepuk tangan pun terdengar di antara pengunjung. Suasana menjadi hening ketika pegawai pegadaian menanyakan apakah ada yang berani menawar lebih tinggi lagi.
Sebelum pegawai pegadaian tersebut memutuskan bahwa gitar tua itu terjual dengan harga 200 ribu, tiba-tiba seorang laki-laki berambut hitam kecoklatan maju ke depan dan mengambil gitar tersebut lalu membersihkannya dan mengencangkan senar-senar yang kendor. Ia memainkan sebuah melodi yang manis, laksana pujian malaikat sorgawi. Pria itu pun menawar harga 1 juta untuk gitar tua tersebut. Semua orang bersorak dan akhirnya gitar itu menjadi milik orang yang menawar harga 1 juta. Kemudian ada seseorang yang bertanya, "Kami tidak mengerti, apa yang telah mengubah nilainya?" Dengan cepat seorang yang mengetahui latar belakang pembeli itu berkata, "Karena benda tua itu berada di tangan sang maestro."
Seperti itulah gambaran kehidupan para pengikut Yesus. Kita sangat berharga bila berada di tangan Tuhan. Ia menghargai kita lebih dari orang lain menghargai kita, karena Ia mengasihi dan menyayangi kita. Ia tidak melihat rupa dan keadaan kita. Selama kita mau dibentuk olehNya, kita adalah orang yang sangat berharga bagiNya. Itulah sebabnya Ia mau mati di kayu salib untuk menebus kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, terima kasih atas rahmat penyucianMu kepadaku. Mampukan aku agar aku tetap berada di tanganMu sehingga hidupku menjadi lebih berarti. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar