Jumat, 14 September 2018

Mutiara Iman

KEHENINGAN MARIA
15 September 2018

“Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya..” (Yoh 19:25)

Lectio
1 Kor 15:1-11; atau Ibr 5:7-9; Mzm 31:2-3a, 3b-4,5-6,15-16,20; Yoh 19:25-27

Anna bekerja sebagai cuci gosok untuk membesarkan ketiga anaknya. Nyonya rumah kerap bertanya :
”Lho suamimu ke mana?”
Jawab Anna :
”Dia sedang bekerja di kapal.”
Anna pun melakukannya selama sepuluh tahun. Hingga suatu pagi ketika sedang menyiapkan makanan, tiba-tiba suaminya, Agus, datang dan berkata :
”Pagi Anna, maafkan aku.”
Melihat suaminya yang datang setelah 10 tahun tidak ada kabar berita, Anna hanya TERDIAM. Lalu dia mengambil makanan, dan membuatkan secangkir teh manis hangat kesukaan suaminya lalu berkata :
”Kamu makan dan minum dulu.”
Lalu Anna masuk ke kamarnya. Ketiga anak-anaknya melihat Ayahnya dan berkata :
”Ayah tampak lelah dan tua. Terima kasih sudah bekerja untuk kami, sehingga kami semua bisa sekolah.”
Mendengar itu menangislah Agus tesedu-sedu.
Lalu anaknya kembali berkata :
”Iya.. itu yang Ibu selalu katakan pada kami atau setiap pemilik rumah yang bertanya ketika Ibu membantu cuci dan gosok.”
Sementara di dalam kamar, Anna memandang pieta, dimana Bunda Maria sedang menopang tubuh Yesus yang sudah wafat. Lalu dia berdoa :
”Terima kasih Bunda yang telah mengajarkanku bagaimana menghadapi kehidupan dalam kepedihan.”

Kemudian kata Yesus kepada murid-murid-Nya :
”Inilah Ibumu!”

Bunda Maria adalah Bunda dari KEHENINGAN.

Oratio
Ya Bunda doakanlah kami yang berdosa ini. Amin

Missio
Marilah kita belajar dari sikap Bunda Maria dalam menghadapi kesedihannya.
Have a Blessed Our Lady of Sorrows Day.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar