Rabu, 19 September 2018
Pekan Biasa XXIV
1Kor. 12:31 - 13:13;
Mzm. 33:2-3,4-5,12,22;
Luk. 7:31-35.
Kita mungkin pernah berpikir atau berkeinginan agar hidup kita dapat selalu menggembirakan orang lain. Hal ini merupakan suatu keinginan yang baik, namun tidak selalu mudah dan dapat diwujudkan di segala situasi. Seorang rekan iman pernah mengatakan, "Sebaik-baiknya sikap, kebijakan dan tindakan kita, pasti ada orang atau sekelompok orang yang tidak suka dan menentang. Sebaliknya, meski suatu saat kita keliru dalam mengambil sikap, kebijakan, dan tindakan kita, pasti juga tetap ada orang atau sekelompok orang yang suka dan mendukung". Saya renung-renungkan, benar juga ungkapan tersebut. Paling tidak, saya pernah mengalaminya. Hal ini paling tidak mengingatkan saya bahwa hidup itu bukan pertama-tama menggembirakan orang lain atau membuat semua orang senang, tetapi yang lebih penting dan utama adalah memperjuangkan nilai-nilai cinta kasih, kebenaran, kebaikan, kejujuran, keadilan. Itulah nilai-nilai yang diperjuangkan Yohanes Pembaptis dan Yesus. Tidak semua orang suka pada mereka. Kita tahu, karena memperjuangkan nilai kebenaran, kebaikan, dan keadilan - ia mengkritik raja Herodes yang mengambil istri saudaranya -, Yohanes Pembaptis ditangkap, dipenjara, dan akhirnya dipenggal kepalanya. Demikian pula Yesus, karena memperjuangkan nilai-nilai tersebut, Ia ditolak oleh bangsa-Nya sendiri sampai akhirnya disalib. Semoga, kita pun diberi keberanian dalam menghadapi aneka macam tantangan, penolakan dan ketidaksukaan, asal kita tetap memperjuangkan nilai-nilai cinta kasih, kebenaran, kebaikan, kejujuran, keadilan.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk tetap teguh memperjuangkan
nilai-nilai cinta kasih, kebenaran, kebaikan, kejujuran, keadilan,
kendati kadang harus berhadapan dengan orang atau sekelompok orang
yang tidak suka dan menentangnya. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar