Selasa 18 Sep 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa XXIV
Bacaan 1 : 1Kor 12:12-14.27-31a
Mazmur : Mzm 100:2-5
Injil : Luk 7:11-17
“Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah mengunjungi umat-Nya."
Salah satu pesan penting dari mukjizat-mukjizat yang dibuat oleh Yesus adalah untuk menegaskan bahwa Allah sungguh-sungguh hadir dan mengunjungi umat-Nya. Allah kita memang Mahakuasa dan Mahabesar, _tan kinayangapa_ (tidak bisa dipahami sepenuhnya), namun melalui Yesus Kristus, Allah menjadi sangat dekat dengan kita. Dan dengan mukjizat yang dilakukan-Nya, Yesus menyatakan kehadiran Allah itu. Ia sungguh menjadi Imanuel: Allah menyertai kita. Untuk zaman sekarang, apakah mukjizat masih terjadi? Apakah Yesus masih membangkitkan orang mati di dunia ini? Masih. Namun, bagaimana itu terjadi? Kita mengalami mukjizat dulu baru sadar bahwa Allah hadir di tengah-tengah kita, atau kita menyadari dan membuka diri akan kehadiran Allah dulu sehingga kita mengalami mukjizat-Nya? Bisa dua-duanya. Namun, yang lebih penting kiranya adalah yang kedua. Kita mesti selalu membuka diri pada Yesus, beriman dan berserah pada-Nya dengan sungguh. Dengan demikian, kita akan senantiasa mengalami dan merasakan kehadiran Allah serta muljizat-muljizat-Nya. Ketika kita mengalami “kematian”, yakni tidak punya semangat, ide/gagasan, menemukan jalan buntu untuk masalah yang sedang kita hadapi, sulit untuk bangkit dari dosa atau kejatuhan, sedang mengalami kesedihan, dll., Tuhan sebenarnya mendekati kita dan meminta kita untuk berhenti sejenak, seperti Ia mendekati para pengusung peti jenazah pemuda Nain dan meminta mereka berhenti sejenak. Saat berhenti sejenak untuk hening dan berdoa itulah, kita akan mengalami kehadiran Tuhan yang menyentuh, menyembuhkan, dan membangkitkan kita.
Doa: Tuhan, semoga kami senantiasa meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dari aktivitas dan kesibukan kami, agar kami dapat menyadari kehadiran-Mu yang membawa mukjizat bagi kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar