Senin 17 Sep 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa XXIV
Bacaan 1 : 1Kor 11:17-26
Mazmur : Mzm 40:7-10.17
Injil : Luk 7:1-10
Belajar dari kisah perwira beriman dalam Injil hari ini, kita disadarkan bahwa di hadapan Tuhan, tak seorang pun pantas. Banyak kerapuhan, kelemahan, dan dosa yang membuat kita tidak pantas di hadapan-Nya. Namun, ketidakpantasan itu, sama sekali tidak mengurangi apalagi membatalkan kasih dan rahmat Tuhan pada kita. Tuhan tetap berkenan pada kita asal kita tetap beriman kepada-Nya. Namun, iman itu bukan sekadar “aku percaya”. Iman mesti dihayati dengan mengasihi dan dalam kerendahan hati. Perwira, yang notabene adalah orang asing, mendapat belas kasih dari Tuhan karena ia mengasihi bangsa Yahudi dan hambanya. Kasih yang kita lakukan terhadap sesama mendatangkan belas kasih Tuhan pada kita. Selain itu, perwira itu juga sangat rendah hati. Meski dia seorang pemimpin tetapi di hadapan Tuhan, ia merendahkan diri, menyadari ketidakpantasannya. Demikian pula, kerendahan hati kita di hadapan Tuhan tentu juga mendatangkan rahmat demi rahmat dalam hidup kita.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami dapat menghayati iman kami dalam cinta kasih dan kerendahan hati. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar