Selasa, 16 Oktober 2018

Belajar Dari Nabi Elisa:
Taktik Menghadapi Pembenci
(RD Josep Susanto)

Di jaman pilpres ini banyak sekali orang jatuh pada kebencian. Ketika kebencian dibalas kebencian, jadilah lingkaran setan kebencian yang siap menghancurkan bangsa Indonesia.

Yuk belajari dari Nabi Elisa. Tokoh ini mungkin sudah dikenal oleh umat Katolik, tapi saya tidak yakin kisah berikut ini sudah banyak yang tahu.

Alkisah, rupanya Raja Aram tidak belajar dari pengalaman Naaman (panglima raja Aram) yang disembuhkan dari kusta oleh Nabi Elisa sebagaimana diceritakan dalam 2Raj 5. Raja Aram bukannya berterima kasih, tapi malah balas membenci.

Di 2Raj 6 dikisahkan Raja Aram menyuruh pasukannya untuk menghadang pasukan bangsa Israel ke beberapa tempat.

Nabi Elisa, dengan kuasa Allah, bisa mengetahui rencana busuk Raja Aram ini.

Maka Nabi Elisa memperingati Raja Israel agar pasukannya JANGAN MELEWATI daerah-daerah yang sudah menjadi incaran pasukan Aram.

Alhasil rencana penghadangan itu GAGAL TOTAL, sehingga Raja Aram murka sejadi-jadinya.

Ada pegawainya cerita bahwa nabi Elisalah yang menggagalkan rencananya. Maka raja Aram menyuruh pasukannya untuk menyerbu dan menangkap Nabi Elisa yang saat itu ada di Dotan.

Pasukan pun siap pergi ke Dotan. Lagi-lagi kehebatan Nabi Elisa terbukti. Meski hamba-hambanya ketakutan, tapi Nabi Elisa percaya Allah akan melindungi.

Nabi Elisa berdoa agar mata pasukan Aram itu dibutakan. Ketika mereka buta, Nabi Elisa menunjukkan jalan ke Samaria kepada mereka.

Samaria adalah ibu kota Kerajaan Israel (Utara), yang adalah pusat kekuatan pasukan Israel.

Ketika pasukan Aram tiba di tengah-tengah kota Samaria, mereka seperti seekor tikus yang dikelilingi kucing-kucing yang siap menerkam. Mereka terjebak di dalam sarang musuh mereka.

Nabi Elisa berdoa lagi pada Tuhan agar mata pasukan Aram itu dibuka kembali. Betapa kaget dan takutnya mereka saat itu pada saat mereks bisa melihat kembali.

Raja Israel bertanya pada Nabi Elisa, apakah mereka semua ini MAU DIBUNUH???

Di sinilah letak kehebatan Nabi Elisa. Nabi berkata, jangan dibunuh, tetapi berilah mereka makan, sediakanlah hidangan yang meriah untuk mereka.

Seluruh pasukan Aram pun dijamu makan oleh Raja Israel.

HASILNYA LUAR BIASA.
Dikatakan sejak saat itu tidak ada lagi serbuan serbuan dari kerajaan Aram yang mengancam Kerajaan Israel. Hebat kan.

Musuh itu jangan dimusuhi,
tetapi beri mereka makan.

Jangan sentuh badan musuh dengan pedang.
Tetapi sentuh hatinya dengan kasih dan kebaikan.

Strategi perang ini belum banyak yang tahu loh.

Asik kan baca Kitab Suci itu.

Salam.Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar