Kamis, 11 Oktober 2018

Jumat, 12 Okt 2018
Pekan Biasa XXVII

Gal. 3:7-14;
Mzm. 111:1-2,3-4,5-6;
Luk. 11:15-26.

"Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu."

Kita seringkali mengalami betapa tidak mudahnya bertobat. Setiap kali kita membersihkan diri dari segala dosa melalui sakramen tobat (pengampunan dosa)  kita selalu saja jatuh ke dalam dosa. Meskipun ketika mendoakan Doa Tobat kita berkata, "berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu, tidak akan barbuat dosa lagi", namun kita selalu jatuh dalam dosa (yang sama). Ya memang begitulah. Roh jahat akan selalu kembali kepada kita untuk menggoda dan membuat kita kembali jatuh dalam dosa. Hal ini terjadi pada orang yang rajin membersihkan diri dengan mengaku dosa, apalagi bagi yang tidak pernah atau jarang mengaku dosa. Oleh karena itu, justru karena kita menyadari bahwa roh jahat selalu ingin masuk ke dalam pikiran dan perasaan kita sehingga kita mudah sekali berbuat dosa dalam perkataan dan tindakan, maka kita harus semakin sering dan tekun membersihkan diri. Bukan sebaliknya. Kita tidak boleh berpikir: buat apa mengaku dosa kalau toh berbuat dosa lagi. Kalau kita berpikir begitu, itu sama artinya kita berpikir: buat apa mandi kalau toh badan kita kotor lagi; buat apa makan kalau toh lapar lagi. Dengan pengakuan dosa, kita tidak hanya mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa kita tetapi juga mendapatkan tenaga dan kuasa untuk mengusir setan yang senantiasa ingin menggoda dan menaklukkan kita.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk semakin sering dan tekun menerima sakramen pengakuan dosa serta menghayatinya dengan sungguh-sungguh. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar