Rabu, 03 Oktober 2018

Kamis, 4 Okt 2018
PW. St. Fransiskus dr Assisi
Ayb. 19:21-27; Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Luk. 10:1-12

"Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu" - Luk 10,3

Setidaknya ada 4 hal inspiratif dari Injil hari ini.
1. Ketika pergi untuk menjalankan tugas perutusan mereka, para murid tidak diperkenankan membawa uang, bekal dan kasut. Tujuannya agar mereka tidak mengandalkan diri pada apa yang mereka punyai dan mereka bawa tetapi hanya kepada Tuhan yang mengutus mereka.
2. Mereka juga tidak diperkenankan memberi salam kepada siapapun. Rasanya aneh: masak memberi salam kok dilarang. Oleh karena itu, larangan ini harus dimengerti dengan baik sesuai dengan konteks pada waktu itu. Dalam budaya Timur Tengah waktu itu, memberi salam bisa berlanjut dengan keramah-tamahan berikutnya, misalnya: bercakap-cakap, saling menanyakan kabar, bahkan asyik bergosip atau diundang makan, dsb. Hal ini bukan sesuatu yang buruk, tetapi tidak tepat untuk kondisi para murid yang sedang melaksanakan tugas perutusan. Mereka akan tergoda untuk membuang-buang waktu dan bisa jadi lupa atau lalai pada tugas mereka yang pokok, yakni untuk memberitakan damai sejahtera yang nilainya jauh lebih tinggi dari sekedar suatu keramahan basa-basi.
3. Tugas perutusan yang pertama adalah untuk mewartakan damai sejahtera. Yesus menegaskan, katakanlah lebih dahulu: "Damai sejahtera bagi rumah ini". Ini pulalah tugas perutusan kita di mana pun, kapan pun dan kepada siapa pun: membawa damai. St. Fransiskus dari Assisi yang kita peringati hari ini menjadi contoh bagi kita semua. Bahkan, ia meninggalkan sebuah doa bagi kita semua: "Jadikanlah Aku Pembawa Damai"
4. Setelah menjalankan tugas pertutusan, mereka kembali kepada Yesus untuk sharing dan mempertanggungjawabkan tugas masing-masing. Mereka sadar diri sebagai utusan: kalau mereka berhasil, itu bukan karena kehebatan tetapi karena rahmat Tuhan yang menyertai.

Doa: Tuhan, semoga kami mampu menjadi utusan-utusan-Mu yang senantiasa membawa damai. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar