Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 6 Oktober 2018
Bacaan: Galatia 5:16 "Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."
Renungan:
Simpanse merupakan primata yang dianggap paling genius dari primata lainnya. Hal itu ditunjukkan dari beberapa aspek yang menyerupai kehidupan manusia. Mereka memiliki budaya, mampu memecahkan masalah dan menirukan apa yang diajarkan, bisa berkoordinasi bahkan mampu membaca pikiran. Namun, sebagaimana makhluk hidup lainnya, simpanse juga memunyai kekurangan. Kekurangannya adalah tidak mampu mengatur emosinya. Hal itu terbukti dengan sikapnya yang cenderung tidak terkontrol, terburu-buru dan sembrono, serta penuh kekerasan.
Kita berbeda dengan simpanse. Tuhan telah menganugerahkan kepada kita kemampuan untuk mengatur emosi. Hanya saja kita masih hidup di dalam bayang-bayang keinginan daging yang sanggup mengganggu kemampuan untuk mengatur emosi tersebut. Jika kita tidak bisa mengatur emosi dengan baik, maka itu akan menjadi celah bagi iblis untuk menjatuhkan kita. Perhatikan peristiwa pembunuhan Habel oleh Kain. Hati Kain menjadi sangat panas ketika persembahannya tidak diterima Tuhan. Firman Tuhan kepada Kain sesungguhnya mengingatkan supaya Kain bisa mengontrol emosinya, sehingga tidak jatuh ke dalam dosa. Namun ternyata Kain mengabaikan firman Tuhan dan lebih menuruti emosinya. Akibatnya dia berbuat dosa dengan cara membunuh Habel.
Bagi pengikut Yesus, hidup dipimpin oleh Roh Kudus adalah cara efektif untuk mampu mengatur emosi dengan baik. Sebab ketika hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan menghasilkan buah Roh yang salah satunya adalah penguasaan diri. Dengan penguasaan dirilah kita sanggup mengatur emosi kita. Untuk itu, beri kesempatan kepada Roh Kudus untuk memimpin hidup kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, mampukan aku untuk menundukkan diri pada kepemimpinan Roh Kudus, sehingga aku sanggup mengatur emosiku dan menjadi berkat bagi sesama. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar