Minggu, 07 Oktober 2018

Kencan Dengan Tuhan
Senin, 8 Oktober 2018

Bacaan: Wahyu 3:17   "Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang."

Renungan:
  Kota Laodikia merupakan pusat perbankan dan bisnis penukaran uang yang makmur. Karena letaknya yang sangat strategis, kota ini juga merupakan pusat perdagangan pada zaman Romawi. Laodikia sungguh kota yang hebat. Dengan apa yang mereka miliki, mereka merasa sangat mampu untuk berdiri sendiri tanpa bantuan dari pihak mana pun. Terbukti ketika gempa bumi hebat pada tahun 60 M menghancurkan kota-kota di Asia Kecil, Laodikia menolak bantuan finansial dari kekaisaran Romawi.
  Jemaat di Laodikia dicela oleh Tuhan karena kesombongan mereka. Di saat mereka merasa kaya dan tak kekurangan sesuatu apa pun, Tuhan justru melihat mereka sebagai jemaat yang melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Kehebatan secara fisik, membuat jemaat Laodikia  pun merasa hebat secara rohani. Sehingga membuat mereka tidak membutuhkan seorang pun untuk menolong mereka bertumbuh dan berkembang di dalam kerohanian mereka, bahkan Tuhan sekalipun tidak. Ini dibuktikan dengan suratNya kepada jemaat di Laodikia. Di mana di dalam suratnya itu, Tuhan memberikan kesempatan kepada jemaatNya untuk membukakan pintu bagiNya yang masih setia menunggu di depan pintu.
  Bagaimana dengan diri kita? Apakah saat ini kita merasa hebat dengan apa yang kita miliki? Merasa bangga terhadap diri sendiri manakala kita berhasil mencapai sesuatu yang kita inginkan. Berhati-hatilah. Jangan sampai kita kehilangan kontrol terhadap diri sendiri, yang nantinya dapat mengubah rasa bangga itu menjadi kesombongan. Menyombongkan hal-hal secara fisik saja merupakan kekejian di mataNya, apalagi jika kita merasa sombong secara rohani. Saat kita merasa kaya akan pengetahuan firman Tuhan, saat kita merasa mampu memproduksi pelayanan-pelayana rohani yang spektakuker, maka saat itu juga kita patut berhati-hati, jangan-jangan kesemuanya itu membuat kita tak lagi membutuhkan Tuhan. Mari selidikilah hati kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, aku sadar bahwa aku begitu rentan dengan kesombongan, untuk itu aku mengundang Roh KudusMu masuk dalam hatiku agar menasihatiku selalu. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar