Minggu, 14 Oktober 2018
Minggu Biasa XXVIII
Keb. 7:7-11; Mzm. 90:12-13,14-15,16-17; Ibr. 4:12-13;Mrk. 10:17-30
"Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Dengan usaha sendiri, kita tidak mungkin selamat dan mencapai hidup kekal. Maka, Tuhan tidak menjadikan perbuatan baik kita sebagai satu-satunya syarat untuk mendapatkan harta di sorga. Untuk selamat dan mempunyai hidup kekal, kita mutlak membutuhkan belas kasih Tuhan. Benar bahwa perbuatan baik dan dosa-dosa kita atau kelalaian kita dipertimbangkan oleh Tuhan sebagaimana tampak dalam narasi pengadilan terakhir (Mat 25,31-46). Namun belas kasih Tuhan, jauh mengatasi keadilan yang memberi ganjaran atau hukuman. Tuhan menyelamatkan kita bukan pertama-tama atas dasar jasa atau perbuatan baik kita tetapi lebih-lebih atas dasar belas kasih atau kerahiman-Nya. Sebab, kalau amal baik kita yang menentukan keselamatan kita, tentu hanya sedikit yang selamat. Oleh karena itu, kita berbuat baik bukan pertama-tama untuk mendapatkan sorga tetapi untuk mensyukuri kasih Tuhan yang kita terima. Sebagaimana Tuhan telah dan akan selalu berbelas kasih kepada kita, maka kita juga harus mengasihi Dia dan berbelas kasih kepada sesama. Kita diajak untuk tidak terikat pada hal-hal duniawi tetapi mampu menggunakannya dengan bijaksana, yakni hanya untuk mewujud-nyatakan kasih kita kepada Tuhan dan sesama, misalnya dengan berbagi harta milik kepada sesama yang berkekurangan (Mat 10,21). Sementara itu, hal-hal yang menghalangi kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama, kita tinggalkan atau kita lepaskan.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami tidak terikat pada hal-hal duniawi, sehingga kami mampu melepaskan semua yang menghalangi kami untuk mengasihi-Mu dan sesama; sebaliknya kami hanya menggunakan secara bijaksana semua yang dapat menjadi sarana untuk mengasihi Engkau dan sesama. Amin. -agawpr-
======
Hari ini, Minggu 14 Oktober 2018, Gereja dianugerahi 7 santo/a baru, yaitu: Paulus VI (Paus, 1963-1978), Oscar Romero (Uskup Salvador, dibunuh sebagai martir saat memimpin misa, 24 Maret 1980), Francesco Spinelli dan Vincenzo Romano (keduanya imam), Nunzio Sulprizio (seorang pekerja yang masih muda), Maria Caterina Kasper dan Nazaria Ignazia (keduanya biarawati). Misa kanonisasi dipimpin oleh Paus Fransiskus di Lapangan St. Petrus, dimulai pukul 10.15 (15.15 WIB). Disiarkan langsung oleh TV2000 dan biasanya bisa diacres melalui link ini: https://www.tv2000.it/live/.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar