Minggu, 14 Oktober 2018
PERCIKAN HATI❤
🌟Renungan Hari Minggu Biasa XXVIII
Tahun B/II (Hijau)
Keb. 7:7-11; Ibr. 4:12-13; Mrk. 10:17-30
*MENYIKAPI KEKAYAAN*
“Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk dalam Kerajaan Allah” (Mrk. 10:26).
Orang kaya menurut pandangan Yahudi saat itu adalah orang-orang yang terberkati, diberikan anugerah dan kemudahan dan dilimpahi dengan harta kekayaan. Sedangkan orang miskin adalah orang yang terkutuk bukan oleh Allah tetapi oleh orang itu sendiri.
Sebenarnya orang kaya pada zaman Yesus, adalah mereka yang menjadi kaya karena rampasannya dan tindakannya menindas orang miskin. Citra orang kaya pada zaman Yesus ini tentu menjadi kritik terhadap siapa saja yang rakus akan harta, tak peduli orang kaya, kelas menengah atau bahkan orang miskin yang mempermainkan sesamanya, tak ubahnya seperti orang kaya pada masa Yesus. Kerakusan akan harta membuat banyak orang kalap akan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemanusiaan.
Kalau begitu relevankah perkataan Yesus pada Markus 1-:26? Bisa dikatakan demikian bagi kita semua. Namun bukan karena harta kita yang dikutuki. Bukan juga rezeki kita yag dijadikan kambing hitam, melainkan sikap kita manusia yang serakah dan rakus kekayaan, sampai mengabaikan Allah dan sesama.
Tidak salah menjadi kaya secara ekonomis tapi dengan kerja keras dan kejujuran, dengan amal baik dan kerelaan berbagi. Namun tetaplah menjadi miskin di hadapan Allah
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar