Minggu, 21 Oktober 2018

Minggu, 21 Oktober 2018
Hari Minggu Biasa XXIX (Minggu Misi)
Yes. 53:10-11; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Ibr. 4:14-16; Mrk. 10:35-45

"Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu"

Terhadap orang yang mempunyai pekerjaan atau jabatan tertentu, mungkin kita biasa mengatakan bahwa orang tersebut "menduduki jabatan" sebagai lurah, camat, bupati, gubernur, dll. Ungkapan ini menyiratkan pemikiran bahwa jabatan itu menempatkan seseorang untuk duduk secara nyaman, bahkan memandang jabatan sebagai hal yang harus memberi kenyamanan. Akibatnya, orang cenderung lupa dengan pekerjaannya, enak-enak duduk dan enggan untuk meninggalkannya (Jawa: menyat). Memang, orang yang duduk pun bisa bekerja, namun tidak semua pekerajan bisa dilaksanakan hanya dengan duduk saja. Lain kalau misalnya kita mengatakan bahwa orang tersebut "mengemban jabatan" atau "memikul tanggungjawab". Di sini, jabatan dipandang senagai sesuatu yang harus diemban, seperti halnya orang mengemban atau menggendong anak, entah sambil duduk atau berdiri atau jalan. Tujuannya tentu saja bukan pertama-tama untuk kenyamanan yang mengemban tetapi untuk yang diemban. Bahkan, yang mengemban harus mau capek dan pegal, apalagi kalau anak yang diemban itu rewel sehingga harus sambil berdiri, dientul-entul atau jalan-jalan dan juga dikidungkan beberapa lagu atau diceritakan beberapa dongeng. Inilah gambaran sederhana mengenai pemimpin atau pembesar yang sungguh melayani. Tidak hanya duduk enak tetapi mau berjerih lelah demi kenyamanan (=keselamatan, kesejahteraan, kemakmuran) yang dilayani.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar melalui pekerjaan apa pun yang kami miliki, kami mampu saling melayani. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar