Rabu, 24 Oktober 2018
KatKit (Katekese Sedikit) No. 159
Seri Katekismus
WAHYU TENTANG BAPA
Syalom aleikhem.
Seluruh hidup Yesus Kristus adalah wahyu tentang Allah Bapa. Setiap hal kecil dari hidup-Nya menyatakan kasih Allah di tengah-tengah kita. Seluruh hidup-Nya adalah misteri penebusan, terutama dengan darah-Nya yang tertumpah pada salib. Kristus tak hidup demi diri-Nya sendiri melainkan untuk kita. Dengan itu, hidup Kristus merupakan contoh bagi kita. Ia manusia sempurna yang menjadi teladan bagi kita.
Kedatangan-Nya telah disiapkan berabad-abad lamanya. Semua upacara dan kurban, bentuk dan lambang dalam Perjanjian Lama diarahkan kepada Yesus Kristus, semuanya mengacu kepada-Nya, menubuatkan tentang Dia.
Yesus Kristus lahir di dunia dalam keluarga yang sederhana, tidak kaya. Karena itu, Natal disebut misteri “pertukaran yang mengagumkan”. Disebut pertukaran karena Ia yang kaya menjadi miskin supaya kita yang miskin menjadi kaya. Setelah lahir-Nya, penyunatan-Nya menandakan bahwa Ia tunduk di bawah hukum, Ia menjadi manusia sama seperti kita, termasuk anak Abraham. Penampakan-Nya (epifani) menunjukkan bahwa segala bangsa diundang masuk ke dalam Kerajaan-Nya.
Persembahan-Nya di kenisah Yerusalem menunjukkan Ia dan seluruh hidup-Nya dipersembahkan kepada Allah. Pengungsian-Nya ke Mesir menunjukkan bahwa Ia tak dikenal oleh manusia, juga menegaskan perlawanan kegelapan terhadap datangnya cahaya. Kedatangan-Nya kembali dari Mesir mengingatkan orang akan keluaran, pembebasan dari penindasan.
Selama pertumbuhan-Nya, Ia taat kepada orangtuanya. Ia menjalankan Perintah Keempat dengan sempurna. Penemuan-Nya kembali di Bait Suci menegaskan bahwa Ia adalah Putra Allah yang harus berada di rumah Bapa-Nya.
Pembaptisan-Nya adalah permulaan perutusan-Nya sebagai Hamba Allah yang menderita. Waktu pembaptisan-Nya surga terbuka. Kita ingat bahwa akibat dosa Adam, surga telah tertutup. Tapi, berkat Sang Kristus surga terbuka kembali.
Selanjutnya, Ia berada di tempat yang sunyi, yaitu di padang gurun. Ia digoda tapi menang atas godaan. Sesudah itu, Ia menyerukan pertobatan dan datangnya Kerajaan Allah. Semua orang diundang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Siapa yang hendak masuk Kerajaan itu haruslah menerima firman-Nya.
** Ringkasan atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 516 – 543
Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar