Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 05 Oktober 2018
Ayb 38:1,12-21; 39:36-38
Mzm 139:1-3,7-10,13-14
Luk 10:13-16
BUKAN KARENA MUKJIZAT
Jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang sudah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Luk 10:13
Saya sering membagikan pengalaman ini ketika saya diberi kesempatan untuk membagikan firman Tuhan di persekutuan doa. Entah saya pernah menceritakannya lewat renungan atau belum, tapi izinkan saya untuk membaginya (lagi) di sini.
Suatu kali saya mengajak Deo yang kala itu usianya masih kecil, berjalan di sebuah taman tak jauh dari rumah kami. Tiba-tiba dari kejauhan datang seekor anjing ke arah kami. Melihat itu, Deo terdiam. Ia tidak mau beranjak sambil menggenggam erat tangan saya. "Papa, ada anjing. Deo takut." Sayapun meyakinnya, "Deo, jangan takut. Kalau anjingnya berani mendekat, nanti papa usir." Iapun tampak sedikit tenang dan mulai berjalan lagi.
Namun anjing itu berlari mendekat. Untuk kedua kalinya Deo berkata, "Papa, Deo takut." Saya kembali berusaha menenangkan-nya, "Deo, lihat papa. Kalau anjing itu mendekat, papa akan usir supaya tidak menyakiti Deo." Ia melangkah lagi. Tapi anjing itupun berlari semakin dekat. Kali ini Deo menangis dan minta digendong. Dengan sedikit kesal saya menggendongnya dan berkata dengan tegas, "Deo, kenapa tidak percaya pada papa? Kalau Deo tidak percaya, Deo bisa percaya pada siapa lagi?"
Seusai berkata demikian, saya terdiam. Hati nurani saya berkata, "Demikian juga Tuhan Allahmu. Percayalah kepada-Nya dengan segenap hati dan hidupmu."
Bacaan hari ini mengingatkan saya bahwa iman kita tidak boleh bergantung kepada mukjizat. Iman kita harus bertumbuh karena kita percaya kepada-Nya dengan segenap hati dan hidup kita. Bila kita tidak percaya kepada-Nya, kepada siapa lagi kita bisa percaya? (Al)
Apakah saya percaya bila melihat bukti atau mukjizat?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar