Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 26 Oktober 2018
Ef 4:1-6
Mzm 24:1-6
Luk 12:54-59
PANGGILAN SEBAGAI KATOLIK
Sebab itu akau menasihatkan kamu....supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Ef 4:1
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, "panggilan" adalah kecenderungan hati untuk melakukan pekerjaan. Dari segi status, panggilan dapat dibedakan sebagai menikah dan tidak menikah. Dari segi profesi, ada yang dipanggil untuk bekerja di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, jasa, industri, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain.
Yang terpenting dalam menjalani panggilan adalah kesetiaan dan daya tahan. *Seorang yang menikah,* harus setia pada pasangannya. Ia harus bertanggung jawab pada pilihannya sendiri dan teguh berprinsip dalam perkawinan monogami. *Seorang imam dan biarawan/biarawati* harus setia pada pimpinannya sekalipun pelayanan yang diberikan kepadanya tidak disukainya. *Seorang selibater awam* bukanlah seorang yang tidak _"laku"_ atau susah mendapat pasangan hidup. Dalam aktivitas sehari-hari, selesai bekerja untuk hidupnya, selibater awam harus membaktikan hidupnya bagi kepentingan gereja.
Apapun panggilan kita, panggilan umum kita yaitu hidup kudus. Mother Angelica dari Biara Our Lady of the Angels di Hanceville Alabama -- Amerika mengatakan, _"Semua orang dipanggil untuk hidup kudus. Jangan lewatkan kesempatan ini."_ kita adalah alat Tuhan untuk menyampaikan kasih-Nya kepada orang-orang yang kita jumpai sehari-hari. Hidup kudus berarti setiap hari kita belajar untuk menaruh belas kasihan, menyebarkan kebaikan, rendah hati dan lemah lembut, sabar dalam menanggung segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita.
Orang yang hidup dalam panggilannya adalah orang yang berbahagia dan tidak ada penyesalan dalam akhir hidupnya kelak. (Yo)
Apa saya sudah sungguh menghayati panggilan saya selama ini?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar