Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 18 Oktober 2018
Pesta St. Lukas
2Tim 4:10-17b
Mzm 145:10-13,17-18
Luk 10:1-9
KETIKA KITA DITERIMA
Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ....makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka : Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Luk 10:8-9
Seorang teman dari India datang ke Indonesia untuk membangun pengembangan bisnisnya. Sebagai seorang perantau, ia merasa begitu asing dengan semua yang ada di sini. Perasaan tidak nyaman, bahasa yang tidak dimengerti, makanan yang berbeda, iklim yang tidak sama, budaya yang juga tak serupa.
Bukan perkara mudah baginya untuk menentukan langkah dalam memulai bisnisnya. Ketika ia mulai memutuskan untuk mendirikan pusat bisnisnya di ibukota, iapun mulai mencoba berbaur dan mulai membantu orang lain dengan bisnisnya. Ia berusaha untuk bersikap profesional. Ia mulai membangun citra dan jati dirinya serta perusahaannya dengan kerja keras untuk dapat diterima di masyarakat. Prinsipnya, manusia akan menjadi berguna bila menjadi orang yang memberikan dampak positif bagi banyak orang.
Saya melihat seperti yang tertulis dalam bacaan hari ini: Makanlah apa yang dihidangkan kepadamu dan sembuhkanlah orang-orang yang sakit di situ." Artinya, apapun profesi kita, walaupun kita bukan seorang dokter, namun kita bisa memberikan bantuan dan arti bagi orang di sekitar kita.
Sama seperti teman yang saya ceritakan di atas, walaupun ia bukan seorang Nasrani, tapi apa yang menjadi prinsipnya sama seperti yang diajarkan dalam Alkitab. Lalu, apakah kita sudah memberi dampak yang positif bagi orang lain? (Md)
Dampak apa yang saya berikan kepada sekitar saya?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar