Sabtu, 20 Oktober 2018

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Minggu, 21 Oktober 2018

Hari Minggu Biasa XXIX

Yes 53:10-11
Mzm 33:4-5,18-20,22
Ibr 4:14-16
Mrk 10:35-45

MELAYANI

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Mrk 10:45

Dalam pelayanan gereja, menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan. Namun prakteknya tidak mudah untuk menjadi pemimpin yang melayani. Karena kita tahu, akan selalu ada rasa tidak puas dan tuntutan yang lebih lagi. Padahal harusnya sebagai pemimpin, kita dihormati dan dihargai.

Pelayanan dalam gereja membantu saya untuk menyadari keterbatasan saya. Keterbatasan ini tidak perlu membuat kita menjadi rendah diri karena setiap orang pasti memiliki keterbatasan, tapi justru kita perlu terus belajar memperbaiki diri agar keterbatasan itu semakin berkurang. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa kita saling membutuhkan dan perlu saling membantu.

Dalam pelayanan, sangat dibutuhkan kerendahan hati untuk mengerti bahwa semua yang kita lakukan adalah bagi Tuhan melalui orang-orang yang kita layani. Ketika kita menjadikan pelayanan untuk kesuksesan diri kita, maka kita akan kecewa. Karena akan sering terjadi orang tidak berterima kasih dan menganggap yang kita lakukan sudah seharusnya. Bahkan orang akan lebih sering menunjuk pada kesalahan dan keterbatasan kita.

Seorang teman yang juga pengusaha sukses selalu sabar dan menerima semua keluhan dengan senyuman. Prinsipnya, apa yang dilakukan tujuannya untuk melayani. Bagi saya, sikap hidupnya adalah teladan sebagai murid Kristus yang benar.

Mari kita melayani Tuhan dalam keluarga dan lingkungan sekitar kita. Mari kita menjadi contoh akan kasih Yesus kepada sekitar kita. (An)

Sudahkah saya menjadi teladan bagi orang lain?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar