Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 03 Oktober 2018
Ayb 9:1-12,14-16
Mzm 88:10-15
Luk 9:57-62
TAK DAPAT BERTAHAN DI HADAPAN ALLAH
Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat? Ayb 9:4
Beberapa dari kami sedang mengikuti retret. Dalam salah satu sesi adorasi, kami diatur agar duduk dengan tidak saling bersentuhan. Salah seorang teman saya yang memang tidak suka hal-hal rohani dan memang awalnya tidak ingin ikut, terus bercanda dan tidak bisa diam.
Ketika suasana doa semakin dalam lewat pujian yang dinaikkan dan doa yang dipanjatkan, tiba-tiba saja teman saya tadi menangis tersedu-sedu sambil tersungkur menyembah Tuhan. Setelah selesai, iapun menceritakan apa yang dialami saat adorasi.
Ia yang awalnya tidak percaya, seolah diajak untuk melihat film kehidupannya. Iapun secara langsung disadarkan akan jalan hidupnya yang kurang berkenan di hadapan Tuhan, sekaligus diberikan jalan yang baru baginya. Saya dan teman-teman lain yang mendengar, tak henti-hentinya memuji Tuhan dan kebesaran-Nya.
Saya percaya, tak ada seorangpun yang dapat bertahan di hadapan Tuhan. Pengalaman teman saya yang awalnya seorang yang sangat keras hati, tapi ketika membuka diri terhadap Tuhan, akan menjadi luluh dan diubahkan. Kuncinya, mau membuka diri kepada Tuhan. Tidak perlu malu atau merasa tidak layak. Begitu pintu dibuka, Tuhan dapat masuk dan mengubah diri kita.
Marilah kita membuka pintu hati kita bagi-Nya. (Aw)
Apakah saya masih mengeraskan hati terhadap Tuhan?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar