Senin, 15 Oktober 2018

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Selasa, 16 Oktober 2018

Gal 4:31b - 5:6
Mzm 119:41,43-45,47,48
Luk 11:37-41

ARTI MERDEKA

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Gal 5:1

Menyambut Hari Kemerdekaan RI tahun ini, saya menonton film animasi berjudul _Battle of Surabaya._ Film ini berkisah tentang Perang 10 November 1945 dimana seorang anak laki-laki bernama Musa yang berusia 13 tahun membantu orang tuanya mencari nafkah dengan menjadi tukang semir sepatu.

Meski Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaannya, namun masih harus bertempur melawan tentara Inggirs yang mengatasnamakan pasukan sekutu. Pasukan Inggris datang ke Surabaya untuk melucuti tentara Jepang dan menyelamatkan tentara sekutu yang menjadi tawanan Jepang. Diam-diam, mereka ingin mengembalikan Indonesia menjadi jajahan Belanda.

Cara Musa membela negara adalah dengan menjadi kurir surat-surat rahasia untuk para tentara dan milisi pejuang Indonesia. Perjuangannya sangat berat. Dua sahabat karibnya berkhianat, walau pada akhirnya bertobat. Musa harus mengalami penyiksaan oleh tentara Inggris, namun ia tetap tutup mulut. Bersyukur Musa bisa lolos.

Kemerdekaan harus selalu diperjuangkan. Kemerdekaan sejati bukan berarti berbuat sesuka hati. Kemerdekaan dalam konteks hidup rohani berarti hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan setiap saat. Menjadi orang merdeka berarti kita tidak mau diperbudak dosa. Hidup merdeka artinya berbuat baik kepada sesama dan lingkungan. (Yo)

Apakah saya sudah menghayati hidup sebagai pribadi yang merdeka?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar