Renungan Katolik Bahasa Kasih
Selasa, 23 Oktober 2018
Ef 2:12-22
Mzm 85:9-14
Luk 12:35-38
DIALAH SANG DAMAI SEJAHTERA
Karena Dialah damai sejahtera kita yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan. Ef 2:14
Mentor saya pernah mengatakan "kalau seseorang punya Kristus dalam hidupnya, ia akan punya damai sejahtera dalam hidupnya." Karena Kristus adalah Sang Damai Sejahtera, maka bila Ia tinggal dalam hidup saya, seharusnya kita mempunyai damai sejahtera dalam diri kita.
Permohonan untuk damai sejahtera ini ternyata selalu didoakan oleh gereja di seluruh dunia. Yang paling jelas, dalam perayaan Ekaristi: "Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para rasul, 'Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu...restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu'."
Sesuai dengan doa gereja, maka kedamaian memang adalah sesuatu yang perlu terus kita usahakan. Pertama, mengusahakan kedamaian dalam hati diri sendiri walaupun ada masalah di luar. Kedua, mengusahakan damai di luar demi terciptanya kerukunan dan keharmonisan dengan sesama. Perseteruan, peperangan, perselisihan, dan kebencian merusak kedamaian batin kita.
Marilah kita membangun kedamaian dan hindari menanam kebencian, pertengkaran, dan perselisihan. Mari kita memperhatikan cara kita berbicara, sikap dan perbuatan kita, dan pola pikir kita supaya kedamaian dapat tercipta di manapun kita berada. (Aw)
Apakah cara bicara, sikap perbuatan, dan pola pikir saya menimbulkan damai sejahtera?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar