#renungan
*TIDAK OBJEKTIF*
Jumat 12 Okt 2018
_Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. (Luk 11:19)_
Melihat Yesus mengusir setan, beberapa orang menilai-Nya memakai kuasa Beelzebul,
maka Yesus bertanya dengan kuasa siapa pengikut-pengikut mereka sendiri mengusir setan.
Jawaban mereka yang akan menjadi hakim mereka.
Jika mereka jawab, `Dengan kuasa Allah,`
Betapa tidak objektifnya penilaian mereka!
Penilaian dan kriteria penilaian yang mereka terapkan kepada Yesus tidak mereka terapkan kepada pengikut mereka sendiri.
Mungkin, kita juga sering jatuh dalam penilaian-penilaian tidak objektif seperti itu.
Penyebabnya?
Macam-macam hal, antara lain: iri hati, sakit hati, kelekatan pada pujian/kehormatan, atau pada teorinya sendiri.
Contohnya, orang yang iri hati cenderung memandang negatif orang yang dianggap `saingannya`.
Hatinya `panas` jika melihat kebaikan/keberhasilan si saingan, maka ia cenderung mencari-cari kesalahan si saingan.
Jika tidak menemukannya, ia tidak segan-segan mengada-ada, alias memfitnah si saingan.
Betapa berbahayanya penilaian-penilaian dan penghakiman-penghakiman seperti itu karena akibatnya bisa fatal: `yang tuhan dianggap setan, yang setan dianggap tuhan!`
Sudah objektifkah penilaian kita?
Apakah kriteria-kriteria kita menilai orang lain sama dengan yang kita kenakan untuk menilai diri kita atau kelompok kita?
*_Sr. M. Andrea, P.Karm_*
Jumat 12 Okt 2018
Gal 3:7-14; Mzm 111:1-6; Luk 11:15-26
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar