Jumat, 26 Oktober 2018

Sabtu, 27 Okt 2018
Hari Biasa XIX
Ef. 4:7-16; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 13:1-9.

Biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah 

Tampaknya, menceritakan keburukan orang lain merupakan obrolan yang menarik. Bahkan ada orang yang berusaha untuk mencari-cari atau mencari tahu kesalahan dan keburukan orang lain. Mungkin masing-masing dari kita pernah mengalaminya, entah sebagai kurban yang dibicarakan atau sebagai pelaku yang membicarakan. Hari ini, Yesus memberikan teladan yang baik bagi kita. Ketika beberapa orang dengan bangga menceritakan penderitaan orang-orang Galilea dan menyangka bahwa itu terjadi karena orang-orang tersebut telah berdosa, Yesus justru menanggapi dengan mengingatkan bahwa mereka pun berdosa dan harus bertobat. Tanggapan Yesus ini mengajak kita agar tidak mudah membicarakan keburukan orang lain. Kalau kita tergoda untuk membicarakan keburukan atau dosa orang lain, kita perlu menyadari bahwa kita pun berdosa, bahkan mungkin lebih besar. Kita juga membutuhkan pertobatan. Tentu saja, pertobatan itu tidak sekali jadi. Butuh proses dan waktu yang disertai jatuh bangun. Untuk itu, Tuhan selalu memberi kesempatan. Mungkin, tahun ini kita masih banyak gagalnya. Tuhan memberi waktu satu tahun lagi. Kalau masih gagal lagi, waktu satu tahun juga diberikan lagi. Begitu seterusnya. Kata-kata Injil, "biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah" tidak akan berubah. Setiap kali kita baca, bunyinya sama. Itu berarti, Tuhan selalu memberi kesempatan kepada kita.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk selalu menggunakan kesempatan yang Kauberikan kepada kami agar kami mampu menghasilkan buah-buah pertobatan yang nyata. Amin.

---
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26) -agawpr-

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar