Selasa, 23 Okt 2018
Pekan Biasa XXIX
Ef. 2:12-22; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 12:35-38
"Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya."
Konteks yang menjadi latar belakang Injil hari ini, kemungkinan adalah situasi setempat pada waktu itu, di mana pintu seringkali dikunci dari dalam dan hanya bisa dibuka dari dalam pula. Belum ada kunci yang bisa di mana-mana, apalagi kunci remote. Oleh karena itu, kalau tuan rumah pergi, (para) pelayan harus selalu siap untuk membukan pintu pada saat ia/mereka pulang. Selain harus berjaga, para pelayan juga harus memasang telinga baik-baik, agar begitu mendengar ketukan atau suara tuannya, bisa langsung membukakan pintu. Para hamba tentunya juga mengenal dengan baik ketukan san suara tuannya sehingga pintu hanya dibukakan baginya. Sementara itu, kalau yang didengar itu suara atau ketukan lain, para hamba akan hati-hati. Apalagi kalau ketukan itu berupa gedoran dari perampok, tentu mereka tidak akan membukakan pintu. Sebagai hamba-hamba Tuhan, kita pun diharapkan demikian: selalu terjaga, siap sedia dan memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan suara Tuhan dan setiap kali Ia mengetuk pintu hati kita. Ketukan dan suara-Nya kadang memang nyaris tak terdengar, maka kita perlu menciptakan keheningan dan ketenangan ditengah kesibukan sehari-hari dan keramaian hidup di dunia ini. Hendaknya kita juga mengenal baik-baik suara-Nya sehingga dapat membedakan dengan suara-suara lain. Untuk suara roh jahat yang amat jelas, tentu kita tidak membukakan pintu. Namun, untuk suara roh jahat yang kadang menyamar kita harus hati-hati supaya pintu hati kita tidak dibuka bagi mereka.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu, agar kami semakin peka untuk mendengarkan suara-Mu dan selalu siap sedia membuka pintu hati kami manakala Engkau mengetuknya. Bantulah kami untuk menutup pintu hati kami rapat-rapat terhadap suara roh jahat. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar