Kamis, 08 November 2018

Belajar Membuat Renungan Dari Yesus (Bagian terakhir)
(RD Josep Susanto)

Satu hal yang membuat saya kagum sekaligus membuat iman saya semakin dewasa adalah cara Yesus mengajar yang begitu unik.

Sebagai guru, sebagai Tuhan, Yesus tidak pernah MEMAKSA para muridNya untuk membalas kasihNya.

Inilah yang menjadi ciri keempat dari pengajaran Yesus yang saya sebut OPEN ENDING, atau akhir yang terbuka.

Maksudnya apa Mo?

Kalau kita perhatikan, setiap Yesus selesai mengajarkan ajaran-ajaranNya, Yesus tidak pernah memaksa para pendengarNya harus jadi apa.

Misalnya ketika Yesus mengajar benih yang jatuh di pinggir jalan,  tanah berbatu, semak duri, dab di tanah yang subur, Yesus tidak pernah memaksa pendengarnya HARUS menjadi TANAH YANG SUBUR.

Para pendengarNya dibiarkan MEMILIH DENGAN BEBAS, dibiarkan menentukan pilihan, mengambil disposisi batin yang tepat.

Demikian juga dengan pengajaran Yesus lainnya, kita dihadapkan pada PILIHAN:
* Mau jadi anak sulung atau anak bungsu?

*Mau jadi hamba yang baik atau hamba yang jahat?

*Mau jadi domba atau kambing?

*Mau ikut penderitaan  Yesus atau tidak?

Kita diajak untuk menyadari bahwa ternyata PILIHAN yang kita buat akan SANGAT MENENTUKAN kualitas dan keadaan kita kelak, akan sangat menentukan bagaimana relasi kita dengan Yesus dan Bapa di surga.

Bagi saya gaya mengajar seperti ini membuat para murid dan pendengar tidak merasa TERPAKSA, DIDIKTE, DIATUR, TERBEBANI.

Yesus memposisikan para muridNya  sebagai PRIBADI YANG BEBAS.

Inilah yang disebut RAHASIA CINTA ILAHI.

Allah mencintai kita dengan kehendak bebasNya. Ajaran Yesus adalah sebuah UNDANGAN.

Kita diajak untuk menjawab cinta itu juga dalam sebuah kehendak bebas, tanpa paksaan.

Apalah artinya cinta bila ada keterpaksaan dan ketakutan. Jalaninya juga akan setengah-setengah.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar