Belas kasih:
Kunci Memahami Injil Lukas
(RD Josep Susanto)
"Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri."
Demikianlah kata-kata yang keluar dari mulut seorang bangsawan dalam perumpamaan yang diajarkan Yesus dalam sebuah pengajaranNya di Luk 19:11-28.
Salah satu keunikan dari Injil Lukas adalah penggambaran yang luar biasa tentang belas kasih, entah itu Allah sebagai subjeknya atau pun manusia.
Injil Lukas sering kali disebut dengan Injil belas kasih atau Gospel of Mercy.
Misalnya dalam Kisah perumpamaan orang Samaria yang baik hati (Luk 10:25-37) dan kisah perumpamaan anak yang hilang (Luk 15:11-32).
Dalam dua kisah itu diperbandingkan tindakan kasih dengan tidakan melawan kasih yaitu ketiadaan kasih.
Di sisi lain dalam Luk 6:37-38, Yesus pernah mengajarkan: "ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu."
Injil Lukas tertarik untuk mengangkat pengajaran-pengajaran Yesus yang berkaitan dengan cara hidup jemaatnya, khususnya bagaimana bersikap terhadap sesama.
Hamba yang jahat tidak menjalankan uang 1 mina, melainkan menyimpannya dalam sapu tangan.
Ia takut dan berprasangka buruk kepada tuannya itu.
Ia juga memandang tuannya sebagai manusia yang keras, pemeras, dan jahat.
Manusia seperti ini tidak akan berkembang dalam kasih, sebab ia tidak menggunakan kasih dalam melihat orang lain.
Hal ini tentunya berbeda sekali dengan hamba-hamba lainnya yang mampu menjalankan uang 1 mina menjadi berlipat ganda, sebab mereka melihat tuannya sebagai pribadi yang berbelas kasih.
Tidak heran mereka pun memperoleh belas kasih yang lebih berlimpah lagi.
Belas kasih yang kita berikan kepada orang lain ternyata sangat amat menentukan bagaimana nasib dan masa depan kita kelak.
Selamat pagi kawan
Mari kita hidup dengan belas kasih sebagai dasarnya.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar