Jumat, 16 November 2018
PERCIKAN HATI❤
🌟Motivasi Rohani
*MENJADI SAHABAT BAGI YANG LAIN*
Zaman _now_ ini, agaknya sulit menemukan teman sejati. Dengan semaraknya media sosial (medsos), banyak ditemukan _hate speech_ (ujaran kebencian) dan _hoax_ (kebohongan). Berseliwerannya ujaran-ujaran itu, membuat manusia menaruh curiga satu dengan yang lain.
Bahkan dalam group-group _WA_ maupun _FB,_ ada ketidaksukaan satu sama lainnya. Ini yang menurut filsuf Prancis – Sartre (1905 – 1980), “orang lain adalah neraka”.
*Sahabat adalah kekayaan*
Pepatah Latin, _“Homo homini socius”_ – manusia adalah sahabat bagi yang lain, adalah ciptaan Driyarkara (1913 – 1967) untuk merespon _“Homo homini lupus”_ – Manusia adalah serigala bagi yang lain.
Hidup itu menyenangkan, jika kita menjadi sahabat bagi banyak orang. Negeri China memunyai ungkapan, “Seribu teman masih kurang, satu musuh terlalu banyak”. Kata-kata bijak ini hendak memerlihatkan kepada kita, betapa pentingnya seorang sahabat, _“Companions is wealth”_ – Sahabat adalah kekayaan.
Maka, tak heranlah jika penulis komedi Romawi – Plautus (254 – 184 seb. M) berkata, _“Ubi amici, ibidem opes”_ – di mana ada sahabat-sahabat, di sana ada kekayaan. Baik kita membaca Kitab Sirakh, “Barangsiapa menemukan sahabat setiawan, ia mendapatkan harta” (Sir 6: 14). Sekali lagi, sahabat adalah kekayaan, sehingga tokoh humanis Belanda – Erasmus (1466 – 1536) pun berkata, _“Felici multos habet amicos”_ – bahagia karena memiliki banyak sahabat.
*Menghargai Sahabat*
Sahabat juga merupakan karunia. Meskipun demikian, dalam persahabatan ada saling mengoreksi atau corectio fraterna. Ketika menegur seorang sahabat, kita ingat tulisan dari penulis lelucon Romawi – Publius Syrus (85 – 43 seb. M) yang berkata, _“Secreto amicos admone, lauda palam”_ – tegurlah sahabat-sahabatmu secara diam-diam (namun) pujilah mereka secara terbuka.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar