Jumat, 2 Nop 2018
*MENGENANG ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN:*
*AKULAH ROTI HIDUP*
*BACAAN*
2Mak 12:43-46 – “Sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan”
1Kor 15:12-28 – “Kalau kebangkitan orang mati tidak ada, maka Kristus pun tidak dibangkitkan”
Yoh 6:37-40 – “Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah beroleh hidup yang kekal, dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman”
*RENUNGAN*
1.Nasi atau roti sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Demikian juga manna sangat penting bagi bangsa Israel dalam pengembaraannya di padang gurun. Tuhan bersabda: *“Akulah roti hidup”* (Yoh 6:35). *Tidak cukup kita hanya makan ropang. Kita harus makan Roti Hidup, yang tidak lain adalah Yesus sendiri.* Para kudus, para martir menjadi bertahan dalam iman karena Roti Hidup ini.
2.Dengan menerima Roti Hidup, *Yesus telah menjadi jaminan hidup abadi*. “ *Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup untuk selama-lamanya”* (Yoh 6:51). Dalam Roti Hidup kita bersatu dengan Allah, kita juga bersatu dengan semua anggota Gereja yang makan Roti yang sama. *Dengan makan Roti Hidup, kita akan menjadi seperti yang kita makan, yaitu menjadi ilahi, menjadi manusia rohani, menjadi serupa dengan Kristus.*
3.Semua manusia akan mati. Bagi kita, *kematian adalah gerbang menuju perjamuan surgawi.* Namun demikian, setiap orang yang makan Roti Hidup belum tentu langsung masuk ke dalam Kerajaan Allah, karena masih ada hukuman-hukuman dosa yang tidak kekal yang masih harus diselesaikan. Maka, sebelum masuk surga, ia terlebih dahulu *harus disucikan di Api Penyucian*. Mereka sangat memerlukan doa-doa kita demi belas kasihan Allah bagi mereka. Kitab Putra Sirakh mengingatkan: “Orang mati pun jangan kau kecualikan dari kerelaanmu” (Sir 7:33). Yesus juga berdoa untuk kebangkitan Lazarus (Yoh 11:41). Jadi, berdoa bagi orang beriman yang sudah meninggal sungguh penting. Kepada Suster Faustina, Tuhan Yesus mengatakan: “ *Mereka sedang melunasi hukuman-Ku yang adil. Engkau memiliki kekuatan untuk meringankan mereka”* (Buku Harian Faustina no 1226). *(MS,berkat.id)*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar