Kamis, 08 November 2018

Jumat, 9 Nov 2018
Pekan Biasa XXXI
Rm. 15:14-21; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 16:1-8 

Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu karena ia telah bertindak cerdik

Pujian, pengampunan dan kasih adalah energi positif yang lebih mujarab untuk menyadarkan orang akan kesalahan atau kekurangan sekaligus memacu semangat untuk maju dan memperbaiki diri; sebaliknya kemarahan, penghakiman dan penilaian negatif justru akan membuat orang takut dan sulit untuk maju. Itulah makanya Yesus memuji hamba yang tidak jujur sebagai orang yang cerdik. Kiranya, yang dipuji oleh Yesus bukan pertama-tama ketidakjujurannya, tetapi kecerdikannya dalam melihat peluang untuk mempersiapkan masa depan. Ia menggunakan harta tuannya yang dipercayakan kepadanya untuk mempersiapkan masa depan. Maka, ada 2 hal yang bisa kita petik dari Injil hari ini. Pertama soal pujian. Orangtua atau guru yang mau memuji anak atau muridnya yang telah gagal atau tidak terlalu berhasil dalam berusaha atau melakukan kesalahan, akan memberikan energi positif untuk terus maju dan berusaha sehingga di kemudian hari dapat berhasil dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Kedua, soal mempersiapkan masa depan. Kita masing-masing, oleh Tuhan dipercaya untuk mengelola sejumlah harta. Bentunya bisa materi, keterampilan, pengetahuan, dll. Kita diharapkan menggunakannya tidak hanya untuk masa sekarang, tetapi lebih-lebih untuk hidup kita di masa depan ketika hidup kita di dunia ini sudah selesai. Caranya adalah dengan berbagi seperti bendahara yang menghamburkan (= membagikan) harta tuannya untuk mereka yang berhutan (= membutuhkan).
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar