Rabu, 21 November 2018

Kamis, 22 November 2018
PERCIKAN HATI❤

🌟Motivasi Rohani

*GEREJA  BAGAI  BAHTERA*

“Gereja bagai bahtera
Mengarungi zaman…”

Menimbang kata “bahtera” maka pikiran kita tertuju pada _“bahtera Nuh”._  Kita juga melihat kejadian dalam  _novel_  yang berjudul,  _“Tenggelamnya  Kapal  Van der Wijck”_ tulisan HAMKA (1908 – 1981)  atau _“The Tempest”_ tulisan Shakespeare (1564 – 1616).  Semua bahtera itu tenggelam secara  mengerikan.

Gereja sebagai bahtera, “akan  tenggelam  ketika mengarungi zaman?” Memang dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan,  zaman terus-menerus berubah dan  _sine qua non_  akan menggerus  moral dan mental bahkan budaya kehidupan manusia, _“Tempora mutantur et nos mutantur in ilis”._

Demikian pula,  gereja yang sedang mengarungi zaman itu diterpa pelbagai gejolak, dari gereja perdana hingga zaman _millenial._  Tentu dalam sejarah gereja, kita mengenal abad-abad keemasan _(golden ages)_  maupun abad-abad kegelapan _(darkness ages)._

Kita – sebagai orang katolik – kadang merasa gelisah dengan masa depan gereja. Tak jarang juga, “kita” bernosalgia dengan masa-masa kejayaan _(golden ages)_ gereja atau _triumvalistis._ Namun nyatanya, gereja zaman  _now_ mengalami  _gonjang-ganjing_ tiada henti.

_Kegonjang-ganjingan_ gereja itu nyata-nyata terlihat di depan mata. Gernerasi _x,_ generasi _y_ dan generasi _z_ telah mendominasi dunia, termasuk gereja. Gereja yang  “ketinggalan”  zaman akan ditinggalkan umat (Bdk. Gereja di Eropa yang “ditinggalkan” – meskipun tentu banyak faktor).

Gereja dalam mengarungi zaman – seharusnya rela  – untuk beradaptasi. Binatang-binatang yang bisa beradaptasilah yang masih hidup. Lihat saja teori Charles Darwin (1809 – 1882 ) dalam  _“Survival of the Fittest”._ Dinosaurus, tiranosaurus  adalah binatang reptilia yang punah dan kini menjadi bintang langka,  karena tidak mampu beradaptasi. Berbeda dengan cicak maupun tokek, nyamuk yang mampu bertahan  “mengarungi zaman”.

Adaptasi, bisa diartikan fleksibel atau luwes. Lantas kita bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana gereja mampu bertahan dalam mengarungi zaman ini?”

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar