Rabu, 14 Nov 2019
Pekan Biasa XXXII
Tit. 3:1-7; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Luk. 17:11-19.
Di manakah yang sembilan orang itu?
Menanyakan (Jw: ngaruhke) dan mencari merupakan bentuk konkret dari cinta dan perhatian. Maka, ketika Yesus menanyakan 9 orang kusta yang telah disembuhkan-Nya, bukan pertama-tama karena Ia mengharapkan ucapan terimakasih dan imbalan dari mereka. Sama halnya ketika di taman Eden Tuhan mencari Adam dan Hawa dan bertanya: "Di manakah engkau?" Dari sini, kita diajak menyadari bahwa Tuhan itu senantiasa mengasihi dan memperhatikan kita. Ia menanyakan kita, bukan karena Ia tidak tahu kita di mana atau sedang apa. Dia maha tahu. Namun, Ia ingin berbicara kepada kita dengan bahasa kita, ingin mendekati kita dan ingin agar kita juga datang mendekat kepada-Nya. Pada gilirannya, sikap Tuhan ini hendaknya juga menjadi sikap kita dalam hidup sehari-hari: kita menyapa, menanyakan atau ngaruhke. Kalau ada teman yang jarang atau tidak pernah muncul, ditanya dan dicari dengan baik-baik, tidak malah dirasani. Itu semua adalah wujud kasih dan perhatian kepada sesama.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar