Rabu, 7 Nov 2018
Pekan Biasa XXXI
Flp. 2:12-18; Mzm. 27:1,4,13-14; Luk. 14:25-33.
Mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya adalah sebuah pilihan. Dilhat dari sisi mana pun. Dari pihak Tuhan, Dialah yang memilih dan memanggil kita untuk mengikuti-Nya. Kisah-kisah panggilan para murid menegaskan hal ini. Dari pihak kita, jawaban "Ya" itu pun merupakan pilihan. Kita memilih untuk menanggapi dan mengikuti panggilan-Nya. Ketika kita memilih, pastinya kita juga mempertimbangkan. Seperti perumpanaan yang disampaikan Yesus tentang orang yang mendirikan sebuah menara dan tentang raja yang ingin maju berperang. Pilihan kita untuk mengikuti Yesus, tentunya juga sudah kita pertimbangkan matang-matang. Atau orang tua kita yang telah memilihkan pun pastinya juga mempunyai pertibangan yang baik. Begitulah. Selama tahap dan proses memilih, pertibangan itu selalu dan seharusnya ada. Namun, kalau sudah menentukan pilihan, yang ada adalah konsekuen, apapun konsekuensinya. Itulah yang diharapkan oleh Yesus. Kalau kita sudah memilih Dia, maka kita mesti menjadikan Dia sebagai yang pertama dan sebagai pusat hidup kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar