Rabu, 07 November 2018

Rabu, 7 November 2018
KatKit (Katekese Sedikit) No. 165

Seri Katekismus
SI PENISTA AGAMA?

Syalom aleikhem.
Injil Lukas (9:51) memberi tahu kita bahwa ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Kalimat ini berarti Ia siap naik ke Yerusalem untuk mati. Umum diketahui oleh orang Yahudi zaman itu bahwa para nabi zaman dulu pun dibunuh di Yerusalem.

Ketika Yerusalem terlihat, Tuhan Yesus menangisi kota itu karena kota itu tak mengenali pembawa damai sejahtera yang sedang memasukinya, yaitu Sang Mesias. Masuknya Kristus (Sang Mesias) ke Yerusalem mengumumkan kedatangan Kerajaan Allah melalui misteri Paskah, yaitu kematian dan kebangkitan-Nya. Masuknya Sang Kristus ke Yerusalem dirayakan tiap tahun oleh Gereja-Nya sebagai perayaan Minggu Palma. Itulah permulaan Pekan Suci, permulaan datangnya Kerajaan Allah.

Misteri Paskah, yaitu kematian dan kebangkitan Kristus, adalah pusat (inti) warta gembira yang disampaikan Para Rasul dan para penerusnya kepada dunia.

Kilas balik. Sejak awal munculnya Tuhan Yesus di depan umum, orang-orang Farisi dan pengikut Herodes bersama para imam dan ahli Taurat bersepakat membunuh-Nya. Mereka yang berniat jahat itu menuduh Ia dirasuki setan. Orang menuduh Dia menghujat Allah, juga nabi palsu, si penista agama. Karena itu, menurut mereka, Tuhan Yesus pantas dihukum mati dengan lemparan batu (dirajam).

Namun, kita mesti tahu bahwa tak semua Farisi bersikap jahat kepada Tuhan Yesus. Ada Farisi baik yang dipuji oleh Tuhan Yesus, contohnya ahli Taurat dalam Mrk. 12:34. Kristus pun berulang-ulang bertamu ke rumah orang Farisi (lihat Luk. 7:36; 14:1).

Lalu, mengapa cukup banyak dari mereka yang berniat jahat kepada Tuhan Yesus? Di mata orang Israel umumnya, Tuhan Yesus dinilai melanggar keyakinan mendasar mereka.

Pertama, Tuhan Yesus dianggap melawan hukum tertulis dan, menurut orang Farisi, hukum lisan. Kedua, Ia dicap menistakan tempat suci, yaitu Bait Allah di Yerusalem. Ketiga, Ia dinilai melawan iman akan Allah yang maha esa yang kemuliaan-Nya tak boleh diambil atau dicemari oleh makhluk manapun. Kristus dianggap menodai kemuliaan Allah. Karena ketiga hal itu, Ia dicap “si penista agama”.

** Ringkasan atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 557 – 576

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar