Sabtu, 24 November 2018

#renungan

*BERJUANG UNTUK MERDEKA*

Minggu 25 Nov 2018

_`Jawab mereka: `Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?. ` (Yoh 8:33)_


Bagi Yesus yang penting bukanlah keturunan dari orang yang terkenal, tetapi perilaku yang baik dan benar, kudus dan berkenan di hadapan Tuhan dan sesama. Apa artinya menjadi keturunan Abraham, tetapi diperbudak dosa dan ke-tidakberiman-an? Abraham adalah Bapa Orang Beriman. Barangsiapa mengaku sebagai keturunan Abraham, ia mesti beriman, bebas merdeka, tidak berdosa, dan tidak menginginkan yang lain `mati`.

Umumnya orang merasa bangga menjadi keturunan orang penting dan terkenal atau menjadi anggota suatu `paguyuban/lembaga hidup bakti` yang dikenal hebat. Padahal, sikap dan tindakannya tidak mencerminkan cara hidup paguyuban/lembaga tsb. Kebanggaan sejati tidak terletak pada `ikatan darah atau formalitas tertentu`, tetapi pada sikap dan tindakan yang mengejawantahkan `kehebatan visi``misi` dari ikatan maupun lembaga yang bersangkutan. Sebagaimana jambu atau durian akan berbeda rasanya dan harganya pun naik setelah diolah dan dibudidayakan, demikian kita, yang mengaku keturunan Abraham, Bapak Orang Beriman, akan berharga dan bangga dengan status itu jika kita menjadi orang yang sungguh beriman dan terus berjuang menjadi sempurna.

*_Fr. Dionysius, CSE_*

Minggu 25 Nov 2018
Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Dan 7:13-14; Mzm 93:1-2.5; Why 1:5-8; Yoh 8:33-37

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar