Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 09 November 2018
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Yeh 47:1-2,8-9,12
Mzm 46:2-3,5-6,8-9
1Kor 3:9b-11,16-17
Yoh 2:13-22
KESESAKAN YANG DALAM
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut. Mzm 46:2-3
Saya pernah beberapa kali mengalami kesesakan yang rasanya tidak dapat saya hadapi. Semua pintu seolah tertutup bagi saya, sehingga tak ada jalan keluar. Juga tak ada tempat untuk berlari atau menghindar. Jadi, saya harus menghadapinya, betapapun sulitnya.
Pasti tak ada seorangpun yang mau tinggal berlama-lama dalam kesulitan. Semua orang tentu akan berusaha mencari jalan untuk dapat keluar dari masalahnya. Atau bagi yang tidak siap, mungkin akan mencari pelarian agar tak perlu menghadapinya.
Menghadapi saat-saat seperti itu, tidak ada lagi yang bisa saya perbuat, dan sepertinya juga tidak ada orang lain yang dapat membantu saya. Hanya Tuhan saja yang menjadi tempat bersandar dan berlindung. Doa-doa yang dipanjatkan terasa begitu dalam. Kedekatan dengan Tuhan sendiri tercipta dengan intensnya pertemuan yang saya lakukan dengan berdoa sepanjang waktu. Kedekatan itu pula yang membuat saya yang sebelumnya gentar akan masalah yang dihadapi, menjadi kuat dan tidak takut. Masalah tetap ada, kesulitan tetap menghadang, namun keyakinan akan penyertaan Tuhan yang begitu kuat memampukan saya untuk menghadapi semuanya.
Dalam proses tersebut, seolah tiba-tiba ada jalan keluar yang dibukakan yang terkadang di luar pemikiran saya. Meski ada pula permasalahan yang tetap tidak bisa terpecahkan, tapi Tuhan memampukan saya untuk berbesar hati, menerima kenyataan yang ada. (Md)
Seberapa dekat hubungan saya dengan Tuhan?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar