Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 03 November 2018
Flp 1:18b-26
Mzm 42:2,3,5
Luk 14:1,7-11
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu. Luk 14:8-9
Perasaan ingin dipuji, dihargai, dihormati adalah hal manusiawi. Ada kalanya manusia juga membutuhkan pujian dan pengakuan sebagai bentuk apresiasi untuk semakin membangun kepercayaan diri. Terlebih jika orang tersebut memiliki luka di masa lalu dimana ia pernah mengalami penolakan. Namun demikian, ada sisi lain yang harus kita pahami. Hal-hal tersebut di atas juga dapat membawa kita jatuh dalam dosa kesombongan, karena segala sesuatu hanya berpusat pada diri sendiri.
Ketika saya belum mengalami kasih Tuhan secara pribadi, kelemahan saya adalah minder dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang saya miliki. Namun ketika saya mendapatkan penerimaan dari sekeliling saya, hal ini membantu saya melihat dan merasakan kasih Tuhan. Pemulihan demi pemulihan terus terjadi hingga saya dapat melihat kelebihan dan talenta yang Tuhan anugerahkan.
Saat kepercayaan diri sudah saya dapatkan, Tuhan memberikan tanggung jawab yang lebih besar dalam pelayanan saya. Namun seiring dengan itu, sayapun mulai tergoda dalam kesombongan. Terkadang meski hanya dalam pikiran, tapi saya sudah menghakimi rekan sepelayanan yang menurut saya tidak melakukan tugasnya dengan baik. Saya sombong karena merasa diri lebih mampu dan lebih baik dari orang lain.
Sikap rendah hati adalah keharusan bagi siapapun, terlebih untuk pelayanan Tuhan. Tanpa kerendahan hati, Tuhan tidak dapat masuk dan bertahta dalam diri kita. Mari siapkan tempat dalam diri kita, tempat yang seharusnya bagi Tuhan Yang Maha Tinggi. (In)
Apakah saya selalu menyadari ketika mulai jatuh dalam kesombongan?
Bagaimana saya keluar dari kelemahan itu?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar