Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 17 November 2018
St. Elisabet dari Hungaria
3Yoh 5-8
Mzm 112:1-6
Luk 18:1-8
DO NOT GIVE UP
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Luk 18:7
Satu tahun berlalu begitu cepat. Selama setahun itu, tak pernah terlewat seharipun dalam doa kami untuk memohon kemurahan-Nya menganugerahi kami buah hati. Bukan berarti tak ada tantangan dalam menjaga kesetiaan doa kami. Banyak hal yang terkadang hampir menghentikan kami untuk tetap mendoakan. Ada saatnya rasa pesimis karena merasa doa yang tak kunjung dijawab oleh-Nya. Ada pula saat dimana rasa lelah, kantuk, dan malas membuat kami ingin berkompromi untuk tidak berdoa. Bahkan muncul pula pemikiran belum siap untuk menjadi orang tua, merasa diri tidak layak, faktor ekonomi yang ikut mendera.
Setiap ada niat atau keinginan baik, biasanya pasti akan muncul hambatan yang dihadapkan kepada kita. Tapi dari hambatan itu, kita jadi tahu seberapa besar keinginan kita unutk memperjuangkan terwujudnya hal yang kita inginkan. Hal inipun kami alami. Ketika muncul hambatan, kami ingin berhenti berdoa. Tapi selalu saja ada kekuatan baru yang kami dapatkan, dan itulah yang memperbarui motivasi kami untuk terus mendoakannya.
Salah satu kekuatan yang kami percayai sebagai petunjuk-Nya adalah ketika kami membaca Injil hari ini. Ia mengajar kami untuk tak henti-hentinya meminta dan berharap kepada-Nya lewat doa. Ketekunan kami dalam berdoa pasti akan menggerakkan hati-Nya.
Jangan pernah menyerah dan merasa lelah untuk memperjuangkan apa yang menjadi keinginan kita. Namun, satukanlah keinginan kita dengan kehendak-Nya. Percayalah, Tuhan akan memberikan yang terbaik dan akan menjadikan semua indah pada waktunya. (Cr)
Sudahkah saya menyatukan keinginan saya dengan kehendak Tuhan?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar