Jumat, 16 November 2018

Sabtu, 17 Nov 2018
St. Elisabeth dr Hungaria
3Yoh. 5-8; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Luk. 18:1-8.

"Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya" (Luk 18,7)

Sebuah homili yang terdapat dalam kumpulan homili kuno (abad II) mengajak menyampaikan ajakan kepada kita, demikian: «Marilah kita berdoa dengan penuh iman kepada Tuhan. Sebab, Ia telah berkata: "Sementara kamu masih berbicara (=berdoa), Aku telah menjawabmu: Ini Aku!" (Yes 58,9). Inilah intisari dari janji Tuhan. Ia selalu lebih siap untuk memberi kepada kita. Sementara kita seringkali justru malah tidak siap untuk memohon sehingga tidak tahu apa yang seharusnya kita mohon». Oleh karena itu, berdoa bukanlah sekedar memohon ini dan itu. Tuhan sudah mengerti semua yang kita butuhkan. Doa merupakan ungkapan iman, yakni tanggapan kita atas kasih Tuhan. Kalau Tuhan mengharapkan agar kita berdoa dengan tidak jemu-jemu, kita sebenarnya diajak untuk menjadikan doa sebagai nafas kehidupan kita. Sebagaimana Tuhan selalu menyediakan udara secara berlimpah bagi kita, demikian pula Tuhan juga selalu menyediakan rahmat dan berkat-Nya secara berlimpah. Dan, sebagaimana untuk tetap hidup, kita harus mau bernafas terus-menerus dan secara teratur; demikian juga dengan berdoa secara teratur dan terus-menerus, kita menghirup rahmat Tuhan dan dengan demikian kita pun hidup dalam Dia dan oleh Dia.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar