Sabtu, 24 Nov 2018
Pw. St. Andreas Dung Lac
Why. 11:4-12; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 20:27-40.
"Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."
Jawaban Yesus atas pertanyaan orang-orang Saduki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan orang mati memberi gambaran kepada kita tentang situasi orang yang dibangkitkan. Namun, pertama-tama yang harus digarisbawahi adalah dasar adanya kebangkitan itu. Yesus memang tidak menyebut kebangkitan-Nya sendiri sebagai dasar kebangkitan kita sebagaimana nanti Paulus menjadikan kebangkitan Kristus sebagai dasar kebangkitan orang mati (1Kor 15,12-28). Dasar yang dipakai oleh Yesus adalah Allah sendiri. "Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." Apa yang dikatakan Yesus ini, selain merupakan sebuah pernyataan juga sebuah undangan. Jika kita ingin hidup, dan tetap hidup juga setelah kehidupan di dunia ini, kita diundang untuk senantiasa berada di hadapan Allah. Oleh karena itu, hidup kita di dunia ini mesti kita jalani dengan hidup di hadapan Allah. Janganlah kita menjauh dari Allah, menghilang dari hadapan-Nya, meninggalkan-Nya, ataupun bersembunyi. Di tengah kesibukan kita sehari-hari, hendaknya kita selalu meluangkan waktu untuk hadir di hadapan Allah. Dengan demikian, kita tetap hidup dan selalu mendapatkan daya hidup dari-Nya. Pada saat kematian kita kelak, kematian itupun akan segera berubah menjadi kehidupan baru bersama-Nya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar