Jumat, 23 November 2018

Sabtu, 24 November 2018
PERCIKAN HATI❤

🌟Motivasi Rohani

*DIHINA  DAN  DICACI*

Pernah suatu kali saya bertamu di rumah bapa muda. Dia dihina, dicaci maki tetapi ia tetap stabil saja, bergeming serta  diam seribu basa. Ini juga yang dilatihkan oleh para prajurit Sparta.

Lantas saya bertanya kepada bapak itu, “Mengapa demikian?” Jawabnya, “Kalau Anda diberi tetapi tidak menerima pemberian itu. Apakah pemberian itu menjadi milik Anda?” Saya menjawab, “Tidak. Barang ini tidak menjadi milik saya”.

Proklamator RI, _bung_ Karno juga tidak mau memiliki rasa terhina.  Kehidupan Bung Karno (1901 – 1970) hidup dari penjara ke penjara. Namun, ia tidak merasa terhina,  sebaliknya tempat yang sesak-sempit itu  menjadi “sekolah” untuk menjadi  lebih kuat. Di balik tembok penjara, Soekarno menulis sebuah  _pledoi_ (pidato pembelaan) yang diberi nama _“Indonesia Menggugat”._ Orang yang terhina, malah menjadi bermartabat.

Jika kita dihina oleh orang lain, sebenarnya  kita menabung kebaikan  dan kesabaran, “Allah mencintai orang  sabar” (QS. Ali Imran: 146).  Nabi Isa  “tetap tegar” ketika dihina, _“qui cum malediceretur non maledicebat…”_ – Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki.. (1 Pet 2: 23). Mahatma Gandhi (1869 – 1948) mengatakan, _“Nobody can hurt me without my permission”_ – tidak ada yang dapat menyakitiku tanpa seizinku.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar