Senin, 12 November 2018

Selasa, 13 Nov 2018
Pekan Biasa XXXII
Tit. 2:1-8,11-14; Mzm. 37:3-4,18,23,27,29; Luk. 17:7-10.

"Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan"

Seorang hamba tentunya tidak sama dengan seorang pekerja yang memang bekerja untuk mendapatkan gaji/upah. Sebaliknya, para hamba, kendati mempunyai sejumlah pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakan, tetapi bukanlah upah yang mereka cari. Bagi para hamba, pengabdian dan pelayanan itulah yang utama. Atas semua yang dikerjakan, bukanlah upah yang dicari melainkan cukup kalau mendapatkan berkah. Itulah yang pernah saya dengar diungkapkan oleh para abdi dalem di keraton Yogyakarta (kisahnya bisa dibaca misalnya di http://www.suara.com/lifestyle/2015/02/20/161500/kisah-para-abdidalem-keraton-yogyakarta). Nah, demikian pula hendaknya semangat kita dalam mengabdi Tuhan dalam diri sesama. Kita mengabdi Tuhan dan melayani sesama, bukan untuk mendapatkan upah, bukan pula pujian, penghargaan dan ucapan terima kasih. Itu semua tidak kita cari tetapi sebaiknya justru selalu kita berikan. Artinya, kepada orang yang telah berbuat baik atau melayani kita, tentunya kita harus berterima kasih dan memberikan pujian serta penghargaan. Namun, untuk pengabdian dan pelayanan kita, kita tidak perlu mengharapkan apalagi mencari pujian, penghargaan dan ucapan terima kasih. Untuk semua itu, Tuhan sering kali justru memberikan berkah yang tidak terduga, yang jauh lebih besar, dan yang sering kali tidak kita harapkan tetapi ternyata kita membutuhkannya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar